LAMPUNG — PLN mengidentifikasi sumber gangguan pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai, Jambi. Kerusakan di ruas transmisi ini memicu efek domino yang melumpuhkan sebagian besar sistem kelistrikan Pulau Sumatra.
“Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatra, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan resmi, Sabtu (23/5).
Pemulihan Bertahap, PLTU Butuh Waktu 20 Jam
Jaringan transmisi yang terganggu berhasil dipulihkan dalam waktu sekitar dua jam. Setelah itu, PLN memulai proses menyalakan kembali pembangkit-pembangkit yang ikut padam.
Pembangkit hidro dan gas menjadi garda terdepan karena mampu merespons cepat. Sebaliknya, pembangkit termal seperti PLTU membutuhkan waktu lebih lama.
“Pembangkit termal seperti PLTU membutuhkan waktu antara 15 hingga 20 jam dari start up sinkron hingga beroperasi penuh,” jelas Darmawan.
Hingga pukul 10.00 WIB, PLN berhasil memulihkan pasokan listrik sebesar 3.192 MW dari total 5.334 MW yang terdampak. Sebanyak 157 dari 176 gardu induk yang padam juga sudah kembali beroperasi.
Dampak ke Pelanggan dan Permintaan Maaf PLN
Pemadaman ini dirasakan langsung oleh 13,1 juta pelanggan di berbagai wilayah Sumatra. PLN menyadari gangguan sebesar ini mengganggu aktivitas masyarakat, dari rumah tangga hingga sektor usaha.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus siaga agar sistem kelistrikan bisa segera pulih dan masyarakat bisa kembali menikmati listrik dengan secepat mungkin,” ujar Darmawan.
PLN kini fokus mempercepat pemulihan sistem secara menyeluruh. Perusahaan memastikan proses penyalaan pembangkit dilakukan bertahap dengan mengutamakan keamanan sistem kelistrikan.