Pencarian

Realisasi PAD Lampung Tembus Rp1 Triliun per April 2026, Bapenda Optimistis Kejar Target Tahunan

Sabtu, 23 Mei 2026 • 13:11:01 WIB
Realisasi PAD Lampung Tembus Rp1 Triliun per April 2026, Bapenda Optimistis Kejar Target Tahunan
Realisasi PAD Lampung mencapai Rp1 triliun hingga April 2026, menurut Bapenda.

BANDARLAMPUNG — Angka tersebut merupakan akumulasi penerimaan dari pajak daerah, retribusi, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, Saipul, menyebut realisasi itu tercatat pada periode Januari hingga April 2026.

Target PAD Lampung 2026 dan Strategi Pencapaiannya

Capaian Rp1 triliun dalam empat bulan menunjukkan laju penerimaan yang agresif. Bapenda Lampung telah menyusun sejumlah strategi untuk mengoptimalkan pendapatan, termasuk intensifikasi pemungutan pajak kendaraan bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

“Kami terus mendorong wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya tepat waktu,” ujar Saipul dalam keterangannya, Senin lalu. Pihaknya juga menggencarkan sosialisasi dan layanan jemput bola di kecamatan-kecamatan untuk menjangkau wajib pajak yang belum terdaftar.

Sektor Penyumbang Terbesar PAD Lampung

Pajak kendaraan bermotor masih menjadi tulang punggung PAD Provinsi Lampung. Penerimaan dari pajak bahan bakar kendaraan bermotor dan pajak air permukaan juga menunjukkan kontribusi signifikan. Bapenda mencatat peningkatan kepatuhan wajib pajak dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebagai salah satu faktor pendorong.

Apa Dampak Capaian PAD Ini bagi Warga Lampung?

Kas daerah yang lebih tebal memberikan ruang fiskal leluasa bagi pemerintah provinsi untuk membiayai program publik. Mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, layanan kesehatan di puskesmas, hingga subsidi sektor pendidikan. Masyarakat diharapkan bisa merasakan manfaat langsung dari optimalisasi pendapatan daerah ini.

Bagaimana Bapenda Menjaga Realisasi PAD Tetap Stabil?

Untuk menjaga momentum, Bapenda Lampung akan memperkuat sistem administrasi perpajakan berbasis digital. Langkah ini memudahkan wajib pajak melakukan pembayaran secara online kapan saja. Pengawasan terhadap objek pajak baru juga terus dilakukan agar tidak ada potensi penerimaan yang lolos.

“Kami juga akan melakukan evaluasi berkala setiap triwulan untuk memastikan target tahunan tercapai,” tambah Saipul. Optimisme ini didasari oleh tren positif penerimaan sejak awal tahun.

Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks