LAMPUNG TIMUR — Pembukaan Mabahis 2026 di Braja Selebah dihadiri Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela bersama Bupati Lampung Timur Ella Siti Nuryamah, sejumlah pejabat daerah, perwakilan Muhammadiyah, dan Ketua MWC NU se-Lampung Timur. Kehadiran jajaran pemerintah daerah itu menegaskan posisi pesantren sebagai salah satu pilar pendidikan di kabupaten berjuluk Bumi Tuba itu.
Ketua PCNU Lampung Timur KH Dardiri Ahmad membuka sambutannya dengan menyambut para peserta di Braja Selebah. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kompetisi antarpesantren tersebut.
"Selamat datang di Braja Selebah. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Selamat bermusabaqoh, semoga kita semua mendapatkan keberkahan di dunia dan akhirat," ujar KH Dardiri Ahmad.
Momen pembukaan Mabahis 2026 diwarnai pengumuman Universitas Ma'arif Lampung yang menyiapkan beasiswa pendidikan senilai Rp 2,4 miliar. Beasiswa itu diperuntukkan bagi para santri berprestasi yang berkompetisi dalam ajang tahun ini.
Nilai beasiswa tersebut menjadi salah satu daya tarik Mabahis 2026. Santri yang tampil terbaik di sejumlah cabang lomba berpeluang melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya.
Bupati Ella Siti Nuryamah menyampaikan rasa bangga atas partisipasi santri dari 81 pondok pesantren. Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat peran pesantren lewat regulasi yang konkret, bukan sekadar pernyataan.
"Selamat Hari Santri tahun 2026. Saya bangga kepada seluruh santri dari 81 pondok pesantren yang ikut serta. Kado terindah di Hari Santri tahun ini adalah disahkannya Perda Pesantren. Ke depan, kami akan bekerja sama dengan Kemenag untuk menyalurkan bantuan insentif bagi guru ngaji melalui RMI. Santri tidak boleh berkecil hati, santri harus percaya diri!" tegas Bupati Ella di hadapan ribuan peserta.
Pemkab Lampung Timur menyiapkan skema bantuan insentif bagi guru ngaji yang penyalurannya akan melibatkan Kementerian Agama dan RMI. Skema itu disebut sebagai tindak lanjut dari regulasi pesantren yang baru disahkan.
Bagi pesantren di Lampung Timur, kepastian anggaran untuk tenaga pengajar menjadi persoalan lama. Insentif guru ngaji dinilai menentukan keberlanjutan pengajaran kitab di pondok-pondok kecil yang tersebar di pelosok kecamatan.
Mabahis mempertemukan santri dari 81 pondok pesantren dalam sejumlah cabang kompetisi selama tiga hari. Selain mengukur capaian belajar, ajang ini menjadi ruang silaturahmi antarpondok yang selama ini jarang bertemu dalam satu forum.
Panitia mencatat 2.909 peserta terdaftar, angka yang menjadikan Mabahis 2026 sebagai salah satu perhelatan pesantren terbesar di Lampung Timur. Braja Selebah dipilih sebagai tuan rumah dan menjadi pusat kegiatan sejak 30 Oktober hingga 1 November 2026.
Pemerintah kabupaten menyatakan akan menjadikan Mabahis sebagai agenda rutin dalam kalender pendidikan keagamaan daerah. Evaluasi penyelenggaraan akan dibahas bersama PCNU dan Kemenag setempat sebelum pelaksanaan tahun berikutnya.