LAMPUNG — Kreator konten Arxyad Sam menyaksikan konser Kanye West bertajuk Ye Live in Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Sabtu (24/10/2026) malam. Ia mengaku sempat ragu konser bakal berjalan sesuai rencana, namun akhirnya bisa menikmati penampilan Ye secara langsung. Bagi Arxyad, lagu-lagu Kanye West sudah melekat sejak kecil dan konser ini terasa seperti membuka kembali kenangan lama.
Pemilik nama asli Muhammad Arsyad Albanjari itu mengaku senang konser Ye Live in Jakarta akhirnya terlaksana. Ia menilai penyelenggaraan acara berjalan sesuai jadwal setelah sempat muncul keraguan di kalangan penonton.
Arxyad menyampaikan keraguannya sebelum konser dimulai. Menurut dia, kekhawatiran itu muncul karena dinamika yang sempat menyelimuti rencana penampilan Kanye West di Jakarta.
"Sempat ragu apakah akan di-cancel atau tidak. Untungnya di Indonesia bisa berlangsung sesuai rencana," kata Arxyad Sam saat diwawancara pada Minggu (25/10/2026).
Rasa syukur itu ia tujukan ke Raw Vision Collective selaku promotor. Arxyad menilai kerja keras tim penyelenggara membuat konser di GBK bisa berjalan dengan baik.
Bagi Arxyad, musik Kanye West bukan sekadar hiburan. Sejak kecil, lagu-lagu Ye rutin diputar dalam kesehariannya, terutama saat ia diantar jemput oleh tantenya.
"Lagu Kanye mengingatkan saya pada masa kecil, dulu sering diputar saat diantar jemput tante," lanjutnya.
Karena itu, konser Sabtu malam terasa personal. Setlist yang dibawakan Ye membangkitkan memori lama, bukan hanya soal musik tapi juga fase hidup yang ia lewati bersama lagu-lagu tersebut.
Dari deretan lagu yang tampil di setlist, Runaway jadi favorit utama Arxyad. Ia menyebut lagu itu menemani masa-masa sulit setiap kali hubungan asmaranya berakhir.
Beberapa track lain yang tidak masuk setlist juga tetap ia sukai, seperti Slow Jamz dan No More Parties in LA. Lagu terakhir disebut pernah mengisi hari-harinya saat memulai kehidupan baru di Los Angeles pada 2016.
Arxyad pertama kali mendengar No More Parties in LA lewat SoundCloud, dalam program G.O.O.D Fridays milik Kanye West. Cara itu membuatnya merasa lebih dekat dengan proses rilis musik Ye dibandingkan jalur konvensional.
Arxyad menyadari konser Ye Live in Jakarta menarik penonton dari berbagai negara. Ia berharap semua penggemar yang datang bisa pulang dengan pengalaman menyenangkan dari GBK.
"Semoga semua yang datang bisa happy setelah konser ini, termasuk para penggemar dari berbagai negara yang sengaja datang ke Jakarta. Semoga mereka bisa menikmati pengalaman ini dan punya kenangan yang bagus," tutupnya.
Indonesia tercatat sebagai satu-satunya negara di ASEAN dan Oseania yang menjadi pemberhentian Kanye West dalam rangkaian konser Ye Live. Posisi itu membuat Jakarta jadi titik temu penggemar regional, sekaligus ujian bagi promotor lokal dalam menggelar pertunjukan berskala internasional.