BANDAR LAMPUNG — BMKG melalui Stasiun Geofisika Lampung merilis rekap aktivitas seismik pekan keempat Oktober 2026. Dari 19 kejadian yang tercatat, dua di antaranya berpusat di laut Pesisir Barat, sementara sisanya menyebar di area darat dan laut Tanggamus.
Seluruh gempa yang terjadi masuk kategori dangkal. BMKG mencatat tidak ada laporan kerusakan struktural signifikan dari rangkaian kejadian tersebut.
Frekuensi harian tertinggi terjadi pada 21 Oktober 2026. Dalam satu hari itu, tercatat 10 kejadian gempa sekaligus menjadi momen munculnya gempa terbesar pekan ini.
“Magnitudo terbesar yaitu M 3.9 di 10 Km Utara Tanggamus Lampung. Gempa dengan magnitudo di bawah M 4.0 tergolong berskala kecil dan umumnya jarang menimbulkan kerusakan struktural yang signifikan,” jelas BMKG dalam keterangan resminya.
Sebaran hari lainnya lebih rendah. Tanggal 16 Oktober ada 4 kejadian, 18 Oktober 3 kejadian, lalu 19 dan 20 Oktober masing-masing 1 kejadian.
Dari 19 gempa, 17 terpusat di kawasan Tanggamus yang mencakup area darat dan laut. Konsentrasi ini menjadikan Tanggamus sebagai titik aktivitas seismik utama sepanjang pekan.
Dua kejadian sisanya berpusat di laut Pesisir Barat. BMKG tidak merinci penyebab spesifik dominasi lokasi tersebut dalam keterangan yang dikutip Sabtu (24/10/2026).
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik saat merasakan getaran. Langkah pertama yang dianjurkan adalah segera berlindung di bawah meja kokoh untuk melindungi kepala dari jatuhan benda.
Warga juga diminta mengenali lingkungan sekitar. Pastikan jalur evakuasi di dalam rumah atau tempat kerja selalu terbuka dan bebas hambatan.
Rangkaian gempa dangkal di bawah M 4.0 umumnya tidak berpotensi merusak. Meski begitu, pemahaman jalur evakuasi tetap menjadi bekal penting bagi warga yang tinggal di kawasan rawan gempa seperti Tanggamus dan Pesisir Barat.