LAMPUNG — Langkah ini menyusul gelaran Nintendo Direct spesial yang menampilkan remake game legendaris tersebut. HORI memposisikan koleksi aksesorinya bukan sebagai merchandise biasa, melainkan perangkat fungsional dengan desain yang mengangkat kembali nuansa Hyrule.
Daya tarik utama koleksi ini ada pada sisi visualnya. HORIPAD Turbo mengusung kombinasi putih dan emas bertekstur marmer, dilengkapi siluet Link dan Epona serta simbol Hylian.
Slim Hard Pouch tampil dengan tekstur menyerupai kulit dan peta Hyrule yang dirancang seolah menjadi perlengkapan petualangan Link. Bagian dalamnya memakai material hijau yang merujuk pada tunik sang hero.
Dari sisi teknis, HORIPAD Turbo menyertakan TMR stick dan tombol belakang yang dapat dipetakan ulang sesuai preferensi pemain. Namun, daya tahan baterainya hanya sekitar 10 jam.
Controller ini juga tidak dilengkapi NFC, sehingga tidak mendukung fitur amiibo seperti Pro Controller resmi Nintendo. Bagi sebagian pengguna, keterbatasan ini bisa jadi pertimbangan tersendiri.
Selain controller, HORI menyiapkan beberapa aksesori pendamping untuk Switch 2. Daftarnya mencakup Game Card Case, Slim Hard Pouch, Shoulder Pouch, dan All-in-One Storage Bag.
Seluruh produk dalam koleksi ini mengusung tema visual yang sama, sehingga konsisten bila dibeli sebagai satu paket perlengkapan.
Peluncuran koleksi HORI bertepatan dengan momentum ulang tahun ke-40 Zelda yang sedang dijadikan Nintendo sebagai pendorong utama penjualan Switch 2. Nintendo juga menyiapkan Switch 2 edisi khusus Zelda, Pro Controller bertema 40th Anniversary, serta aksesori resmi lainnya.
Artinya, HORI masuk ke segmen yang permintaannya justru sedang dipacu langsung oleh pemilik platform. Posisi ini menguntungkan dari sisi visibilitas, tetapi juga berarti HORI bersaing dengan lini aksesori resmi Nintendo sendiri.
Hingga pengumuman ini, belum ada konfirmasi bahwa seluruh koleksi tersebut akan dipasarkan secara resmi di Amerika Serikat atau pasar global lainnya. Penggemar di luar Jepang kemungkinan harus mengandalkan jalur impor bila ingin mendapatkannya lebih awal.
Bagi pengguna di Indonesia, situasi ini berarti ketersediaan produk kemungkinan bergantung pada penjual importir atau marketplace pihak ketiga. Harga jual di pasar lokal juga berpotensi lebih tinggi dari harga resmi di Jepang karena biaya pengiriman dan bea masuk.