LAMPUNG — Kehadiran BYD di Bandung melanjutkan rangkaian pameran yang sebelumnya digelar di Jakarta dan Surabaya. Kali ini Jawa Barat menjadi fokus, mengingat kontribusinya yang besar terhadap penyerapan kendaraan listrik nasional.
Secara nasional, BYD membukukan penjualan 40.700 unit sepanjang Januari–Agustus 2026. Angka itu setara 37% pangsa pasar EV nasional.
Ekspansi jaringan menjadi salah satu penopang penjualan di Jawa Barat. Saat ini ada 20 diler BYD Group yang beroperasi di provinsi tersebut, dengan target bertambah hingga 31 lokasi.
Penambahan diler itu menyasar kota-kota yang belum terjangkau layanan penjualan dan purnajual BYD. Bagi calon konsumen, jarak ke bengkel resmi jadi pertimbangan utama sebelum membeli EV.
Fasilitas manufaktur BYD di Subang diresmikan 3 September 2026, hanya sepekan sebelum GIIAS Bandung dibuka. Pabrik ini punya kapasitas produksi hingga 150.000 kendaraan per tahun.
Peresmian ditandai roll-off BYD M6 DM sebagai unit ke-100.000 yang diproduksi secara lokal. Langkah ini menandai pergeseran BYD dari importir menjadi produsen dengan kandungan dalam negeri yang terus ditingkatkan.
Bagi konsumen Jawa Barat, produksi lokal berpotensi memangkas waktu pengiriman dan mempercepat ketersediaan suku cadang. Pabrik di Subang juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok BYD secara global.
BYD menawarkan dua jalur elektrifikasi untuk konsumen Indonesia. Teknologi EV mengandalkan tenaga listrik penuh, sementara DM alias Dual Mode memakai motor listrik sebagai penggerak utama dengan dukungan mesin bensin saat dibutuhkan.
Pendekatan DM menyasar pengguna yang belum sepenuhnya siap dengan kendaraan listrik murni. Fleksibilitasnya cocok untuk perjalanan antarkota yang jarak tempuhnya lebih jauh.
BYD M6 diperkenalkan pada 2024 dan telah dipilih lebih dari 28.000 keluarga di Indonesia. Model ini melayani kebutuhan harian, perjalanan keluarga, hingga mobilitas antarkota.
Pada Mei 2026, BYD menambah varian M6 DM. Kini konsumen punya dua pilihan dalam satu keluarga produk: M6 EV untuk pengalaman listrik penuh, dan M6 DM untuk penggunaan electric-first yang lebih fleksibel.
Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, menyebut Jawa Barat sebagai wilayah penting bagi perusahaan.
"Dengan lebih dari 12.000 kendaraan BYD yang telah hadir di Jawa Barat, kami melihat bagaimana masyarakat di wilayah ini semakin terbuka terhadap teknologi kendaraan energi baru," ujarnya.
Ia menambahkan, fasilitas manufaktur di Subang membuat BYD semakin dekat dengan konsumen Jawa Barat sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam perjalanan lokalisasi BYD secara global.
BYD membawa pilihan kendaraan, teknologi, dan pengalaman berkendara ke pameran ini. Pengunjung bisa membandingkan langsung pendekatan EV dan DM sebelum menentukan pilihan.
GIIAS Bandung 2026 berlangsung mulai 9 September 2026. Bagi warga Jawa Barat yang sedang mempertimbangkan kendaraan elektrifikasi, ajang ini jadi kesempatan mengecek unit tanpa harus ke Jakarta.