BANDAR LAMPUNG — Bandara Radin Inten II memastikan ruang udara di sekitarnya bebas dari partikel abu vulkanik sebelum memutuskan kembali beroperasi. General Manager Bandara Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, menyatakan pemantauan dilakukan secara berkala setiap jam sejak Senin (7/9/2026) malam hingga Selasa (8/9/2026) pagi.
Pemeriksaan menggunakan metode paper test tidak menemukan adanya partikel abu vulkanik di ruang udara bandara. Hasil tersebut menjadi dasar pengelola bersama instansi terkait membuka kembali operasional penerbangan.
Kiki menjelaskan, pembukaan kembali operasional merupakan komitmen pengelola menjaga konektivitas udara masyarakat dengan tetap menjadikan keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama.
“Setelah dilakukan pemantauan dan pemeriksaan secara menyeluruh bersama seluruh instansi terkait, Bandara Radin Inten II kembali beroperasi pada hari ini. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk memastikan operasional penerbangan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tetap mengutamakan keselamatan,” ujar Kiki.
Selama periode penutupan, pengelola mengaktifkan prosedur Service Recovery Activation (SRA) bagi calon penumpang yang penerbangannya dibatalkan. Petugas memberikan pelayanan langsung berupa makanan ringan, air mineral, dan masker.
“Kami memahami bahwa kondisi seperti ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jasa. Melalui Service Recovery Activation, kami berupaya hadir secara langsung untuk memberikan perhatian dan pelayanan kepada penumpang yang terdampak. Pemberian snack, air mineral, dan masker merupakan bagian dari kepedulian kami agar pengguna jasa tetap merasa nyaman selama berada di bandara,” kata Kiki.
Pelaksanaan SRA tersebut menjadi prioritas InJourney Airports dalam mewujudkan komitmen pelayanan sepenuh hati, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan.
Pengelola mengimbau pengguna jasa untuk terus memantau informasi jadwal penerbangan dari masing-masing maskapai. Kondisi operasional dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau.
“Kami mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk tetap memperhatikan informasi terbaru terkait jadwal dari maskapai masing-masing dan memastikan status penerbangan melalui contact center maskapai ataupun InJourney Airports guna menghindari penumpukan di bandara,” pungkas Kiki.
Pembukaan operasional Bandara Radin Inten II diharapkan memulihkan konektivitas udara dari dan menuju Provinsi Lampung secara bertahap, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas perekonomian daerah.