BANDAR LAMPUNG — Ribuan kader perempuan PKS dari seluruh kabupaten/kota di Lampung dikumpulkan dalam satu arena latihan di Tabek Indah. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan Latansa yang menitikberatkan pada pembentukan fisik dan mental tangguh.
Latansa 2026 bukan sekadar agenda seremonial. Panitia menyiapkan materi yang menyasar kedisiplinan, kepedulian sosial, hingga simulasi kesiapan menghadapi kondisi darurat di tengah masyarakat.
Ketua DPW PKS Lampung, Ade Utami Ibnu, menegaskan bahwa kondisi masyarakat yang dinamis menuntut kader memiliki kesiapan setiap saat. Ia menyebut situasi darurat maupun kebencanaan menjadi salah satu momen di mana kehadiran kader sangat diperlukan.
"Kita harus siap tampil ke depan dan membantu masyarakat dalam situasi dan kondisi apa pun. Kader harus ditempa untuk melayani masyarakat dan berkontribusi untuk bangsa dan negara," ujarnya di sela kegiatan.
Menurut Ade, kontribusi nyata tidak bisa diberikan oleh mereka yang kondisi fisiknya lemah. Karena itu, ia mendorong seluruh peserta untuk menjadikan Latansa sebagai awal dari kebiasaan hidup sehat.
"Panggilan dari bangsa Indonesia tidak mengenal waktu. Kalau kita bugar, melatih fisik, menjaga kesehatan dan pola makan, kita akan siap kapan pun bangsa membutuhkan kita," katanya.
Ketua Pelaksana Latansa, Hidayati, menyebut kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi kader perempuan untuk memperkuat solidaritas. Ia menekankan peran perempuan tidak berhenti pada urusan domestik, tetapi juga sebagai kekuatan sosial di lingkungannya.
"Latansa ini menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, saling menjaga, dan membangun kebersamaan antarkader perempuan. Kami ingin kader perempuan tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga mampu menjadi teladan dan memberikan manfaat nyata di lingkungan keluarga maupun masyarakat," tuturnya.
Latansa 2026 dirancang untuk menanamkan semangat pengabdian yang berkelanjutan, bukan hanya kegiatan satu hari. Kebugaran jasmani, kedisiplinan, dan kepedulian sosial menjadi tiga pilar utama yang diharapkan melekat pada diri setiap peserta.
Panitia berharap 900 peserta yang hadir tidak hanya membawa pulang pengalaman latihan. Lebih dari itu, mereka diharapkan tumbuh menjadi kader yang siap mengambil peran di tengah keluarga, lingkungan sosial, maupun saat masyarakat menghadapi situasi darurat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi kader perempuan PKS Lampung menjelang berbagai agenda politik dan sosial ke depan. Dengan bekal latihan ini, para kader diharapkan mampu hadir sebagai solusi di tengah persoalan masyarakat.