LAMPUNG — Festival bertema "Tangguh dalam Cinta" ini jadi wujud syukur lima sekolah Ursulin di DKI Jakarta dan Banten atas perjalanan panjang mereka mendidik generasi Indonesia. Sekolah St. Maria, St. Ursula Jakarta, St. Theresia, St. Vincentius, dan St. Ursula BSD berkolaborasi untuk pertama kalinya dalam skala sebesar ini.
Anton Sumardi, Ketua Panitia Festival, melihat ada benang merah yang kuat antara Santa Angela Merici, pendiri Ursulin yang fokus mendidik perempuan muda, dengan Martha yang sejak remaja berani berjuang untuk bangsanya. "Benang merah antara perjuangan pendiri Ursulin, Santa Angela Merici, yang mendidik kaum perempuan muda, dan keberanian Martha yang sejak remaja telah berjuang untuk bangsanya," jelasnya.
Sutradara Rama Soeprapto sengaja memilih tokoh dari Indonesia Timur yang jarang diangkat ke panggung. Menurutnya, sejarah perlu dihidupkan lewat seni agar generasi muda tidak sekadar tahu nama pahlawan, tetapi ikut merasakan perjuangannya.
"Sejarah bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dihidupkan. Agar anak-anak tidak sekadar mengenal nama Martha Christina Tiahahu, tetapi merasakan perjuangan dan keberaniannya," ujar Rama.
Semua pengunjung bisa mengakses festival pendidikan ini secara gratis mulai pukul 09.00 hingga 19.00 WIB. Selain drama musikal, ada Edufair yang menampilkan pameran pendidikan dan perguruan tinggi nasional maupun internasional, lomba edukatif, seminar parenting, hingga panggung ekstrakurikuler.
Bazaar produk UMKM dan kuliner juga memenuhi area Istora Senayan selama dua hari. Sementara itu, tiket nonton drama musikal "Mutiara dari Timur: Nyala Perjuangan Martha Christina Tiahahu" bisa dibeli melalui platform Loket.com.
Suster Moekti Gondosasmito, OSU, Ketua II Yayasan Satya Bhakti, menekankan bahwa perayaan 170 tahun bukan sekadar seremonial. "170 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Festival Pendidikan ini adalah wujud syukur atas kehadiran Ursulin di Indonesia, sekaligus ungkapan syukur yang ingin kami bagikan kepada mereka yang membutuhkan," tuturnya.
Seluruh hasil festival didedikasikan untuk keberlanjutan Yayasan Beasiswa Ursulin (Ursuline Scholarship Foundation/USF). Hingga tahun ajaran 2025/2026, USF sudah menyalurkan total 8.095 beasiswa.
Tahun ini, dari 919 pengajuan yang masuk, USF hanya sanggup membantu 709 siswa. Angka ini menunjukkan kebutuhan bantuan pendidikan masih jauh lebih besar dari kapasitas yang tersedia saat ini.
Perjalanan 170 tahun Ursulin di Indonesia berakar pada semangat Serviam, "Saya mengabdi", yang ditanamkan Santa Angela Merici. Festival ini menjadi panggung bagi para siswa dari TK hingga SMA untuk menunjukkan bahwa nilai pengabdian itu masih hidup, melalui musik, tari, dan drama yang mereka bawakan sendiri.