LAMPUNG — Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode semester pertama 2026 menunjukkan pergeseran serius di peta persaingan mobil murah Tanah Air. Jika sebelumnya panggung LCGC lima penumpang dikuasai pilihan bermesin bensin, kini nama BYD Atto 1 justru menempel ketat di posisi kedua.
Dengan harga mulai Rp 199 juta, BYD Atto 1 mencatatkan distribusi 10.116 unit. Angka itu nyaris menyamai gabungan penjualan Toyota Agya (7.312 unit) dan Daihatsu Ayla (4.383 unit) yang notabene adalah dua pemain lama di segmen yang sama.
Dampaknya langsung terasa pada total penjualan LCGC nasional, termasuk model 7-seater seperti Toyota Calya dan Daihatsu Sigra. Sepanjang Januari–Juni 2026, angka wholesales hanya mencapai 55.506 unit. Bandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih tembus 68.038 unit—artinya ada penurunan 18,4 persen.
Fenomena ini bukan lagi sekadar anomali. Konsumen dengan anggaran terbatas, yang dulu hanya punya opsi Brio Satya, Agya, atau Ayla, kini dihadapkan pada alternatif mobil listrik dengan fitur modern dan biaya operasional lebih rendah. Harga BYD Atto 1 yang berada di kisaran Rp 199 juta membuatnya langsung bersaing di panggung yang sama.
Meski tekanan dari EV kian nyata, Honda Brio Satya masih kokoh di posisi teratas. Model andalan Honda ini mencatat 12.227 unit sepanjang semester pertama 2026, unggul sekitar 2.111 unit dari BYD Atto 1. Namun, jarak yang hanya 17 persen itu menjadi sinyal bahwa dominasi mobil bensin di segmen entry-level mulai goyah.
Pencapaian satu model BYD Atto 1 bahkan nyaris melampaui total penjualan Toyota Agya dan Daihatsu Ayla jika digabung. Ini menandakan bahwa preferensi konsumen Indonesia terhadap kendaraan listrik di kelas harga Rp 100–200 jutaan mulai terbentuk secara massal.
Penurunan performa penjualan LCGC sebesar 18,4 persen dalam satu tahun menjadi peringatan dini. Pabrikan Jepang yang selama ini mendominasi segmen mobil murah harus segera merespons, entah melalui penyesuaian harga, penambahan fitur, atau percepatan elektrifikasi di lini produk mereka.
Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin peta persaingan di segmen city car dan LCGC akan berubah total dalam dua hingga tiga tahun ke depan. BYD Atto 1 sudah membuktikan bahwa harga kompetitif dan teknologi EV bisa menjadi ancaman nyata bagi penguasa lama.