Tragedi di Lampung Timur: Warga Tewas Ditembak Tetangga di Kepala Gegara Undangan Khitanan, Pelaku Buron

Penulis: Khairul Anwar  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 20:50:01 WIB
Korban tewas ditembak di kepala oleh tetangganya di Lampung Timur akibat perselisihan undangan khitanan.

LAMPUNG TIMUR — Warga Desa Negeri Agung, Kecamatan Gunung Pelindung, diguncang peristiwa pembunuhan sadis yang terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Seorang pria bernama Pendi (42) meregang nyawa setelah ditembak di bagian kepala oleh tetangganya sendiri, Andi Rustam alias Popon.

Pelaku yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban diduga menggunakan senjata api (senpi) rakitan untuk mengeksekusi korban dari jarak dekat. Usai melancarkan aksinya, Popon langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Pemicu: Undangan Khitanan yang Tak Sampai

Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, tragedi ini bermula dari kesalahpahaman sepele. Pelaku Popon sebelumnya menitipkan sejumlah undangan pesta khitanan anaknya kepada Pendi untuk disebarkan ke warga desa tetangga. Rencananya, pesta tersebut akan digelar pada 6 atau 7 Juli mendatang.

Karena Pendi tidak bisa membaca, ia berinisiatif menitipkan kembali tumpukan undangan tersebut kepada rekannya agar tidak salah alamat. Mendengar pengakuan itu, Popon diduga tersinggung dan merasa tidak dihargai.

Emosi pelaku langsung tersulut. Tanpa banyak bicara, Popon mencabut senpi rakitan dari pinggangnya dan melepaskan tembakan tepat ke arah kepala korban hingga tewas di tempat.

Keluarga Korban Terpukul, Polisi Lakukan Pengejaran

Ayah korban, Dul Latif, mengaku sangat terpukul atas kejadian ini. Ia tidak menyangka hubungan bertetangga dan kerabat yang selama ini terjalin harus berakhir dengan tragis. "Saya kurang tahu pasti masalah apa yang membuat keduanya ribut sampai senekat itu. Saat kejadian saya sedang berada di dalam rumah, tidak di lokasi," ujar Dul Latif lemas.

Mendapat laporan warga, tim gabungan dari Polres Lampung Timur dan Polsek Gunung Pelindung langsung bergerak ke TKP. Petugas memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi kejadian.

Jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Lampung di Bandar Lampung untuk menjalani autopsi guna kepentingan penyelidikan dan pembuktian hukum. Hingga saat ini, Tim Opsnal Satreskrim Polres Lampung Timur masih melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku Popon yang identitas dan ciri-cirinya telah dikantongi petugas.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: lampung.viva.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top