Tujuh BUMN Logistik Melebur ke PT Multi Terminal Indonesia, Danantara Pimpin Konsolidasi

Penulis: Syaiful Bahri  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 14:50:31 WIB
Penandatanganan Shareholder Agreement menandai awal konsolidasi tujuh BUMN logistik di Jakarta.

LAMPUNG — Proses penggabungan resmi dimulai setelah penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi di Jakarta. Ketua Steering Committee PMO Konsolidasi BUMN Logistik Daud Joseph menegaskan PT Multi Terminal Indonesia menjadi surviving entity atau perusahaan yang akan bertahan selama masa transisi.

"Jadi namanya adalah surviving entity atau satu entitas yang bertahan. Jadi, surviving entity yang akan bertahan adalah PT Multiterminal Indonesia," kata Daud.

Tujuh Perusahaan yang Melebur

Adapun tujuh perusahaan yang bergabung dalam konsolidasi ini meliputi Pelindo Sinergi Lokaseva Multiterminal Indonesia, Pelindo Sinergi Lokaseva Prima Indonesia Logistik, Pos Logistics, Pelni Logistics, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), dan Krakatau Integrated Logistics.

Seluruh perusahaan akan menjalani integrasi di berbagai aspek, mulai dari operasional, hukum, keuangan, hingga tata kelola. Tahap ini menjadi persiapan sebelum proses transaksi akhir dilakukan.

Efisiensi Jadi Target Utama

Daud, yang juga menjabat Direktur Utama PT Pos Indonesia, menjelaskan konsolidasi ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan efektivitas dan efisiensi di sektor logistik. Danantara Asset Management, sebagai pengelola program, menginginkan ketujuh perusahaan ini menjadi satu entitas yang solid.

"Ini sesuai dengan visi dan misi dari pemerintah yang ingin terjadi adanya efektivitas dan efisiensi dari proses logistik yang ada di negara ini. Dari sisi BUMN, Danantara menginginkan agar tujuh perusahaan ini dapat menjadi satu dan hari ini sudah mulai dilaksanakan," ujar Daud.

Ia menambahkan, dengan satu entitas tunggal, perusahaan logistik hasil konsolidasi bisa memiliki semua fitur yang dibutuhkan untuk menjalankan berbagai fungsi logistik. "Dari situlah akan terjadi (efisiensi), ada harga yang lebih efisien, karena tidak lagi multi perusahaan," kata Daud.

Dampak bagi Industri dan Masyarakat

Konsolidasi ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi sektor logistik nasional. Dengan berkurangnya jumlah perusahaan, biaya operasional bisa ditekan dan harga jasa logistik ke pelanggan—dari pelaku industri hingga masyarakat umum—berpotensi menjadi lebih murah.

Selama masa transisi, tim integrasi akan bekerja menyelaraskan sistem dan budaya kerja dari tujuh perusahaan yang berbeda. Proses ini menjadi fondasi sebelum entitas baru resmi beroperasi penuh sebagai satu perusahaan logistik terpadu.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat daya saing logistik nasional di tengah tekanan efisiensi yang semakin ketat. Dengan satu komando, koordinasi antarfungsi—dari pergudangan, pelabuhan, hingga pengiriman darat dan laut—diharapkan berjalan lebih mulus.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: money.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top