LAMPUNG — Langkah Pertamina NRE ini tidak hanya sekadar memasang panel surya di atas kapal. Pemasangan PLTS dan BESS di tongkang Patra 2303 dirancang untuk memasok kebutuhan listrik tambahan saat kapal bersandar atau beroperasi, sehingga konsumsi solar genset bisa ditekan. Dengan begitu, emisi karbon dari operasional kapal pun berkurang.
Selama ini, kapal-kapal pengangkut minyak seperti tongkang sangat bergantung pada generator diesel untuk memenuhi kebutuhan listrik di atas kapal. Mulai dari penerangan, pompa, hingga sistem navigasi, semuanya membutuhkan pasokan listrik. Dengan adanya PLTS, sebagian dari kebutuhan itu bisa dipenuhi dari energi matahari yang lebih bersih dan terbarukan.
Proyek ini menjadi pilot project yang akan dievaluasi untuk kemudian diterapkan di kapal-kapal lain di armada Pertamina. Jika berhasil, bukan tidak mungkin inovasi serupa akan diperluas ke seluruh unit kapal milik perusahaan pelat merah.
Pertamina NRE melihat potensi besar dari elektrifikasi di sektor maritim. Selain mengurangi emisi, langkah ini juga bisa menekan biaya operasional jangka panjang karena harga bahan bakar diesel yang fluktuatif. Baterai (BESS) yang dipasang berfungsi menyimpan energi dari panel surya agar bisa digunakan saat dibutuhkan, misalnya pada malam hari atau saat cuaca mendung.
Dengan adanya sistem penyimpanan energi, pasokan listrik di kapal tetap stabil tanpa harus menyalakan genset secara terus-menerus. Ini menjadi solusi cerdas untuk efisiensi energi di lingkungan operasional yang menantang seperti laut.
Penutup: Inisiatif Pertamina NRE ini menandai langkah awal yang konkret dalam transisi energi di sektor maritim Indonesia. Jika sukses, proyek ini bisa menjadi model bagi perusahaan pelayaran lain untuk ikut mengadopsi energi surya, mempercepat target pengurangan emisi nasional.