BANDAR LAMPUNG — Rute penerbangan langsung dari Lampung ke luar negeri kembali menunjukkan tanda-tanda kepastian setelah vakum cukup lama. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengonfirmasi bahwa dua skema penerbangan internasional tengah disiapkan secara paralel untuk beroperasi pada Juli 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, menyebut maskapai TransNusa masih berkomitmen membuka rute Kuala Lumpur–Lampung–Kuala Lumpur. Rencananya, frekuensi penerbangan sebanyak tiga kali dalam sepekan, atau minimal dua kali jika kondisi pasar belum sepenuhnya pulih.
Selain TransNusa, Pemprov juga menggandeng PT Baraya yang telah menjalin kerja sama dengan AeroHajj, perusahaan penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah. Skema ini dirancang untuk menjamin keberlanjutan penerbangan internasional, terutama untuk melayani jamaah umrah asal Lampung.
"Kami sudah berkoordinasi dengan PT Baraya yang kemarin melaksanakan penerbangan ke Kuala Lumpur. Alhamdulillah, informasi terbaru mereka sudah bekerja sama dengan AeroHajj yang bergerak di bidang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah," ujar Bambang saat dimintai keterangan, Rabu (3/6/2026).
Bambang menegaskan bahwa penerbangan tersebut tidak eksklusif untuk jamaah umrah. Tiket akan dibuka untuk masyarakat umum, wisatawan, pelaku bisnis, dan penumpang lain yang membutuhkan akses langsung ke Malaysia dari Lampung.
"Ini bukan hanya untuk jamaah umrah. Semua penumpang bisa menggunakan penerbangan tersebut, baik untuk wisata, bisnis maupun kebutuhan lainnya. Kalau permintaannya meningkat tentu bisa dilakukan penambahan penerbangan," jelasnya.
AeroHajj sendiri diketahui telah menjalin kerja sama dengan maskapai internasional besar seperti Saudi Arabian Airlines, Qatar Airways, dan Malaysia Airlines. Kolaborasi ini dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat konektivitas penerbangan umrah dan internasional dari Lampung ke depannya.
Bambang merinci, penerbangan yang didukung AeroHajj diperkirakan mulai berjalan pada 6 Juli 2026 atau awal bulan. Sementara itu, penerbangan reguler tujuan Kuala Lumpur melalui TransNusa ditargetkan beroperasi pada pertengahan hingga akhir Juli 2026.
"Untuk AeroHajj, informasinya mulai berjalan sekitar 6 Juli atau awal bulan. Sedangkan penerbangan ke Malaysia insyaallah mulai pertengahan atau akhir Juli," katanya.
Dengan adanya dua skema ini, Pemprov Lampung optimistis status Bandara Radin Inten II sebagai bandara internasional dapat kembali dimaksimalkan. Keberadaan rute langsung ini diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata, bisnis, dan pelayanan ibadah umrah di provinsi tersebut.