LAMPUNG SELATAN — Wakil Bupati Lampung Selatan secara resmi membuka kegiatan Latihan Kepemimpinan Pelajar (LKPL) yang digelar di Kecamatan Sidomulyo, beberapa waktu lalu. Program ini menyasar pelajar dari berbagai sekolah menengah di wilayah tersebut sebagai bagian dari upaya pembinaan kader kepemimpinan daerah.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menilai pentingnya menanamkan jiwa kepemimpinan kepada pelajar sejak bangku sekolah. Wakil Bupati menyebut bahwa pelajar adalah aset daerah yang harus dipersiapkan untuk mengambil alih estafet pembangunan di masa depan.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Kami ingin mencetak pemimpin muda yang memiliki integritas, wawasan kebangsaan, dan kemampuan memecahkan masalah di lingkungannya,” ujar Wakil Bupati dalam sambutannya.
LKPL di Sidomulyo dirancang dengan kombinasi materi teoretis dan praktik lapangan. Para peserta mendapatkan pelatihan tentang manajemen organisasi, komunikasi efektif, serta pengambilan keputusan dalam situasi kritis. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan simulasi kepemimpinan dan diskusi kelompok.
Wakil Bupati menambahkan bahwa metode ini dipilih agar pelajar tidak hanya memahami teori, tetapi juga langsung mempraktikkan kemampuan kepemimpinan mereka. “Mereka harus berani tampil, berani mengambil keputusan, dan berani bertanggung jawab,” tegasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pelajar dari sejumlah sekolah di Kecamatan Sidomulyo. Para peserta mengaku mendapatkan pengalaman baru yang tidak mereka peroleh di dalam kelas. Salah satu peserta menyebut bahwa pelatihan ini membantunya lebih percaya diri saat berbicara di depan umum.
Sekolah-sekolah yang mengirimkan peserta juga menyambut baik program ini. Menurut para guru, LKPL menjadi pelengkap kurikulum pendidikan karakter yang sudah berjalan. Mereka berharap kegiatan serupa bisa rutin digelar setiap tahun.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berencana memperluas jangkauan LKPL ke kecamatan-kecamatan lain. Wakil Bupati menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi pelaksanaan di Sidomulyo sebagai bahan perbaikan program ke depan.
“Kami ingin semua pelajar di Lampung Selatan punya kesempatan yang sama untuk mengikuti pelatihan ini. Ini investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia daerah,” pungkasnya.