BANDAR LAMPUNG — DPC PDIP Lampung mengusung tema gotong royong dan ketahanan pangan dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di kantor partai setempat. Momentum ini dimanfaatkan untuk mengingatkan kembali pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam menghadapi persoalan riil warga, seperti kenaikan harga bahan pokok dan ancaman krisis pangan.
Ketua DPC PDIP Lampung, dalam sambutannya, menegaskan bahwa peringatan tahun ini harus menjadi titik tolak untuk memperkuat solidaritas sosial. "Gotong royong bukan sekadar slogan. Ini adalah metode kerja yang sudah terbukti mampu menyelesaikan masalah, terutama di tingkat akar rumput," ujarnya.
PDIP Lampung menilai sektor pangan menjadi salah satu indikator paling konkret dari keberhasilan penerapan nilai-nilai Pancasila. Ketersediaan pangan yang cukup dan terjangkau, menurut mereka, adalah wujud dari sila kelima, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Partai tersebut mendorong agar program ketahanan pangan tidak hanya menjadi domain pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif kader dan masyarakat. "Kami akan menggerakkan kader di setiap desa untuk memastikan lahan produktif tidak terbengkalai," tambahnya.
Dari peringatan ini, PDIP Lampung berencana merumuskan program konkret yang menyasar kelompok rentan. Salah satu yang disinggung adalah pendampingan bagi petani kecil dan kelompok tani agar hasil panennya bisa langsung terserap pasar dengan harga layak.
Selain itu, partai ini juga mengingatkan agar semangat gotong royong dihidupkan kembali di lingkungan RT dan kelurahan. "Krisis pangan tidak bisa dihadapi sendiri-sendiri. Harus ada kerja sama antara pemerintah, partai, dan warga," tegasnya.
Ke depan, PDIP Lampung akan mengintegrasikan program ketahanan pangan ke dalam kegiatan rutin kader, seperti kerja bakti dan pasar murah. Hal ini dianggap sebagai langkah paling cepat untuk meredam dampak inflasi pangan yang kerap melanda daerah.
Peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini juga diisi dengan pembagian bantuan sembako kepada warga sekitar yang membutuhkan. Aksi tersebut menjadi simbol bahwa nilai Pancasila harus berbuah pada kesejahteraan nyata, bukan sekadar seremoni tahunan.
Menurut PDIP Lampung, gotong royong adalah jawaban atas keterbatasan anggaran dan birokrasi yang lambat. Dengan menggerakkan kader dan relawan, distribusi bantuan pangan bisa lebih cepat menjangkau warga di pelosok.
"Ini bukan soal siapa yang paling berkuasa, tapi bagaimana kita semua bergerak bersama. Itulah esensi Pancasila yang sebenarnya," pungkas Ketua DPC PDIP Lampung.