Kemenkeu Pilih Lampung Selatan Jadi Lokus Studi 10 Tahun Dana Desa

Penulis: Khairul Anwar  •  Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34:03 WIB
Kemenkeu menetapkan Lampung Selatan sebagai lokasi studi refleksi 10 tahun dana desa.

KALIANDA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi menetapkan Kabupaten Lampung Selatan sebagai lokus kunjungan lapangan dalam rangka penyusunan buku "Refleksi Satu Dasawarsa Dana Desa". Studi ini merupakan agenda nasional di bawah pantauan Bappenas untuk menghasilkan kajian kebijakan berstandar internasional.

Tim peneliti memfokuskan pendalaman pada empat desa yang dinilai mampu merepresentasikan keragaman karakter wilayah di Lampung Selatan. Desa-desa tersebut adalah Desa Sidowaluyo, Balinuraga, Kecapi, dan Desa Canggung. Keempatnya dianggap berhasil mengelola dana desa dengan pendekatan yang berbeda, mulai dari sektor agraris hingga potensi wisata bahari.

Alasan Pemilihan Lampung Selatan sebagai Gerbang Sumatra

Analis Kebijakan Ahli Pertama Kemenkeu RI, Sukma Aji, mengungkapkan bahwa Lampung Selatan memiliki keunikan geografis yang sangat lengkap. Karakteristik wilayahnya mencakup kawasan pegunungan sekaligus pesisir pantai dalam satu administrasi kabupaten. Faktor posisi strategis sebagai pintu masuk Pulau Sumatra juga menjadi pertimbangan utama.

“Lampung Selatan memiliki potensi dampak limpahan ekonomi yang kuat dari Pulau Jawa. Sinergi antara kelembagaan ekonomi desa seperti BUMDes dengan KSPP/KDMP di sini juga terlihat sangat menarik untuk dikaji lebih dalam,” ujar Sukma Aji di Kalianda, Rabu (6/5).

Buku refleksi ini nantinya akan mengulas lima aspek fundamental perjalanan dana desa sejak 2014. Poin-poin tersebut meliputi kondisi awal desa, perkembangan regulasi, ekspektasi pemerintah daerah, hingga capaian konkret terhadap kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat di tingkat tapak.

Capaian BUMDes dan Proyek Percontohan Nasional

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyambut baik kepercayaan pusat ini sebagai momentum memperkuat identitas daerah. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lampung Selatan, Erdiyansyah, menyebut bahwa sejumlah desa di wilayahnya memang telah mengukir prestasi nasional dalam pengelolaan ekonomi desa.

Salah satu yang menonjol adalah Desa Rejo Mulyo yang berhasil meraih predikat BUMDes terbaik tahun 2024. Selain itu, terdapat KDMP Bumi Sari di Kecamatan Natar yang saat ini telah ditetapkan sebagai proyek percontohan nasional dalam hal penguatan ekonomi desa.

“Empat desa yang menjadi sampel ini memang mencerminkan kondisi wilayah kami. Kami berharap kajian Kemenkeu ini menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Lampung Selatan untuk terus berinovasi meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Erdiyansyah.

Melalui studi dokumentasi ini, pemerintah pusat ingin melihat bagaimana dana desa mampu mengubah wajah infrastruktur dan ekonomi lokal dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian ini diproyeksikan menjadi rujukan penting bagi arah kebijakan pengelolaan dana desa pada dekade berikutnya.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top