Rutan Bandar Lampung Berantas Buta Al-Qur’an Lewat Program Pembinaan Mental

Penulis: Redaksi  •  Senin, 04 Mei 2026 | 14:55:45 WIB
Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Bandar Lampung membuka program Operasi Berantas Buta Al-Qur’an.

BANDAR LAMPUNG — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Bandar Lampung memperkuat pembinaan kepribadian narapidana melalui peluncuran program Operasi Berantas Buta Al-Qur’an (OBBA). Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Miftahul Jannah ini resmi dibuka pada Senin (4/5/2026).

Kepala Seksi Pelayanan Tahanan (Kasi Yantah) Rutan Kelas I Bandar Lampung, Ari Julio, memimpin langsung pembukaan agenda tersebut. Program ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memberikan bekal keagamaan yang konkret bagi warga binaan selama menjalani masa hukuman.

Bekali Narapidana Kemampuan Membaca Al-Qur’an

Ari Julio menekankan pentingnya literasi Al-Qur’an sebagai fondasi perubahan perilaku. Menurutnya, kemampuan membaca kitab suci bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan pegangan hidup yang esensial bagi narapidana setelah mereka bebas dan kembali ke tengah masyarakat kelak.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh warga binaan dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, sehingga tidak hanya menjadi pribadi yang lebih baik secara spiritual, tetapi juga memiliki pegangan hidup yang kuat ke depannya," ujar Ari Julio dalam sambutannya, Senin (4/5).

Pihak Rutan menilai pembinaan mental dan spiritual merupakan elemen krusial dalam proses pemasyarakatan. Dengan memahami nilai-nilai keagamaan, warga binaan diharapkan memiliki kesadaran diri untuk tidak mengulangi tindak pidana di masa depan.

Tahapan Pembelajaran dari Dasar Hingga Lancar

Pelaksanaan OBBA dilakukan secara berkelompok untuk menyesuaikan kapasitas masing-masing individu. Proses pembelajaran dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah dasar bagi pemula, hingga teknik membaca Al-Qur'an secara tartil bagi mereka yang sudah berada di tingkat lanjutan.

Warga binaan terlihat antusias mengikuti setiap sesi bimbingan yang dipandu oleh petugas dan pengurus masjid rutan. Suasana khidmat menyelimuti area masjid selama proses belajar mengajar berlangsung, mencerminkan adanya keinginan kuat untuk berubah ke arah yang lebih positif.

Pembinaan ini dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Petugas melakukan pemantauan langsung untuk memastikan setiap peserta mengalami peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur'an secara signifikan selama mengikuti program tersebut.

Target Bebas Buta Aksara Al-Qur’an di Rutan

Program OBBA diharapkan mampu menghapus buta aksara Al-Qur’an di lingkungan Rutan Kelas I Bandar Lampung secara menyeluruh. Selain aspek kemampuan membaca, kegiatan ini juga disisipi dengan penanaman nilai-nilai moral yang terkandung dalam ayat suci untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Secara keseluruhan, peluncuran program berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Manajemen rutan memastikan bahwa kegiatan pembinaan kepribadian seperti ini akan terus menjadi prioritas guna mendukung keberhasilan proses reintegrasi sosial bagi seluruh warga binaan.

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa rutan bukan sekadar tempat menjalani hukuman fisik, melainkan ruang untuk memperbaiki kualitas diri dan memperdalam bekal spiritual sebelum kembali berkontribusi bagi masyarakat.

Reporter: Redaksi
Back to top