Buntut Keracunan Massal, BGN Hentikan Operasional Dapur Makan Bergizi Gratis di Bandar Lampung

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 21 Februari 2026 | 16:38:04 WIB
BGN hentikan operasional dapur makan bergizi gratis di Bandar Lampung setelah insiden keracunan massal.

BANDAR LAMPUNG – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumberejo, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung. Keputusan ini diambil menyusul insiden keracunan makanan massal yang menimpa ratusan siswa di tiga sekolah penerima manfaat.

Penghentian ini bertujuan untuk proses sterilisasi total dan renovasi fasilitas dapur agar memenuhi standar higienitas yang ketat sebelum kembali melayani masyarakat.

Kronologi dan Gejala yang Dialami Korban

Insiden ini bermula pada Rabu (11/2/2026), setelah siswa mengonsumsi menu MBG berupa nasi, telur ceplok saus, sayur, dan buah anggur. Beberapa jam kemudian, ratusan orang melaporkan gejala serupa:

Diare akut dan mual.

Muntah-muntah.

Demam tinggi.

Hingga saat ini, beberapa korban bahkan harus menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit seperti RS Bhayangkara, RS Bintang Amin, dan RS Bumi Waras.


Data Sekolah dan Jumlah Korban Terdampak

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, total korban mencapai ratusan orang yang terdiri dari siswa, guru, hingga wali murid:

Nama SekolahJumlah KorbanKeterangan
SDN 4 Sumberejo87 Orang77 siswa, 9 guru, 1 orang tua
SD Al Munawaroh77 Orang64 siswa, 11 staf, 2 orang lainnya
SMPN 14 Bandar Lampung43 Orang6 orang menjalani rawat inap

Temuan Mengejutkan Hasil Inspeksi Dinkes

Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung mengungkapkan sejumlah pelanggaran standar kebersihan di lokasi dapur SPPG Sumberejo yang harus segera dibenahi:

Sanitasi Lantai: Kondisi lantai di area penyajian ditemukan kurang bersih dan tidak disikat secara rutin.

Protokol Alas Kaki: Penggunaan alas kaki di dalam area masak tidak diperhatikan, sehingga berisiko membawa kuman dari luar.

Desain Ruangan: Ruang penyajian makanan belum memiliki sekat pemisah dengan ruangan lain. Hal ini membuat standar sterilitas sulit terjaga karena kontaminasi aroma dan aktivitas ruangan lain.

"Kami berharap pengelola SPPG menjalankan SOP dengan disiplin. Sterilisasi dan penyekatan ruang penyajian adalah harga mati untuk menjaga keamanan makanan anak-anak kita," tegas Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung.

Intimidasi terhadap Wali Murid?

Muncul laporan dari salah satu wali murid (NS) yang menyebutkan adanya upaya dari pihak tertentu agar para korban tidak mengunggah kejadian ini ke media sosial atau membuat video testimoni. Warga berharap pemerintah memberikan perlindungan dan bantuan biaya pengobatan bagi keluarga yang kurang mampu namun terdampak insiden ini.

Reporter: Redaksi
Back to top