Pencarian

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Lampung, Lampung Tengah Jadi Wilayah Terbanyak dengan 23 Hotspot

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 14:00:01 WIB
BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Lampung, Lampung Tengah Jadi Wilayah Terbanyak dengan 23 Hotspot
titik panas terpantau di Provinsi Lampung berdasarkan pemantauan satelit BMKG hingga Sabtu (8/8/2026) pukul 00.08 WIB.

BANDAR LAMPUNG — Sebanyak 71 titik panas terpantau di wilayah Provinsi Lampung berdasarkan pemantauan satelit BMKG hingga Sabtu (8/8/2026) pukul 00.08 WIB. Data ini dihimpun dari citra satelit Terra, Aqua, SNPP, dan NOAA20 dengan tingkat kepercayaan (confidence) rata-rata berada pada kategori sedang.

Konsentrasi titik panas terbanyak terkonsentrasi di Kabupaten Lampung Tengah yang mencapai 23 titik. Kecamatan Bandar Mataram menjadi penyumbang terbesar dengan 11 titik, diikuti Terusan Nunyai 9 titik, Terbanggi Besar 2 titik, dan Seputih Mataram 1 titik.

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Way Kanan dan Tulang Bawang yang sama-sama mencatatkan 11 titik panas. Di Way Kanan, sebaran terbanyak berada di Kecamatan Blambangan Umpu dengan 7 titik, kemudian Pakuan Ratu 2 titik, serta Negara Batin dan Negeri Besar masing-masing 1 titik.

Konsentrasi Hotspot di Tulang Bawang dan Mesuji

Untuk Kabupaten Tulang Bawang, wilayah Gedung Meneng mendominasi dengan 8 titik panas. Sisanya tersebar di Dente Teladas 2 titik dan Penawar Aji 1 titik.

Sementara itu, Kabupaten Mesuji mencatatkan 10 titik panas yang terdeteksi. Kecamatan Tanjung Raya menjadi area terpadat dengan 6 titik, sedangkan Mesuji Timur menyumbang 4 titik.

Potensi Karhutla dan Langkah Mitigasi

Banyaknya titik panas yang terdeteksi meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, terutama di area yang memiliki tutupan lahan kering.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi. Aktivitas membakar lahan untuk membuka area pertanian kerap menjadi pemicu utama munculnya titik panas pada musim kemarau.

Data pemantauan ini menjadi peringatan dini bagi instansi terkait, termasuk BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup di masing-masing kabupaten, untuk mempercepat langkah patroli dan sosialisasi pencegahan karhutla.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarlampung.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks