LAMPUNG — Bermain dengan format dua babak penuh 45 menit, PSIM Jogja dua kali tertinggal namun mampu menyamakan kedudukan. Dua gol balasan tersebut lahir dari aksi Pulga Vidal dan M Iqbal, yang membuat laga persahabatan ini berakhir dengan skor sama kuat 2-2.
Rotasi 60-30 Menit Berbuah Gol Penyeimbang
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, memanfaatkan laga ini untuk membagi menit bermain para pemainnya. Para starter diberi kesempatan tampil selama 60 menit, sementara pemain pengganti masuk di 30 menit terakhir.
Keputusan tersebut terbukti efektif. Para pemain yang masuk di sisa waktu pertandingan justru mampu memberikan kontribusi signifikan dengan mencetak gol penting bagi PSIM.
"Kami membagi menit bermain para pemain menjadi 60 menit dan 30 menit. Keputusan ini berjalan baik karena bagi pemain mula (starter), waktu 60 menit sudah cukup untuk meminimalkan risiko cedera jika bermain lebih lama," jelas Van Gastel dalam keterangan tertulisnya.
Ujian Taktik dari Kasta Liga 1
Bagi Van Gastel, menghadapi tim sekelas Bhayangkara memberikan tantangan yang berbeda dibanding dua laga uji coba sebelumnya. Aspek taktik menjadi sorotan utama pelatih asal Belanda tersebut, mengingat lawan berasal dari kompetisi tertinggi sepak bola nasional.
"Lawan kali ini berasal dari Liga 1, sehingga unsur taktis lebih dominan dibandingkan dua laga sebelumnya yang menguras aspek fisik," tuturnya.
Meski hanya berujung imbang, pelatih berlisensi UEFA Pro itu menilai timnya tampil kompetitif. Kemampuan beradaptasi dengan gaya permainan Bhayangkara yang di luar perkiraan menjadi nilai positif tersendiri.
"Menurut saya, kami bermain cukup bagus hari ini. Taktik diterapkan sedikit berbeda karena lawan bermain di luar perkiraan kami. Terutama dalam hal penguasaan bola, kami tampil sangat baik dan semangat tim untuk meraih hasil maksimal juga luar biasa," kata Van Gastel.
Evaluasi Fisik dan Mental Menuju Kompetisi
Van Gastel mengakui laga kontra Bhayangkara menjadi barometer yang ideal untuk mengukur kesiapan timnya. Ia menilai pertandingan ini kaya akan unsur taktis dan menjadi ujian nyata bagi skuadnya.
"Bagi kami, ini adalah pertandingan bagus sekaligus menjadi tolok ukur untuk melihat sejauh mana kesiapan tim, baik dari segi fisik maupun taktik," sambungnya.
Secara keseluruhan, pelatih asal Belanda itu mengaku puas dengan performa anak asuhnya. Semangat juang tinggi yang ditunjukkan para pemain, terutama mereka yang bermain di 30 menit terakhir, menjadi catatan positif jelang bergulirnya kompetisi resmi.
"Para pemain masuk selama 30 menit terakhir juga berjuang keras dan berhasil mencetak gol penting laga ini. Secara keseluruhan, saya sangat puas," pungkasnya.