BANDARLAMPUNG — Perekonomian Lampung menunjukkan akselerasi signifikan pada triwulan II 2026. Berdasarkan data terbaru BPS, laju pertumbuhan ekonomi tahunan mencapai 5,29 persen, sementara secara kuartalan (quarter-to-quarter) melonjak hingga 9,03 persen dibanding triwulan I 2026.
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menyampaikan bahwa kinerja impresif ini didorong oleh aktivitas produksi yang menguat di berbagai lapangan usaha. PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp80.071,34 miliar.
Lonjakan 22,40 Persen di Sektor Pertanian pada Periode Kuartalan
Pertumbuhan tertinggi secara kuartalan terjadi pada lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang mencapai 22,40 persen. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa musim panen dan aktivitas agraris di Lampung berjalan optimal pada periode April hingga Juni 2026.
"Pertumbuhan pada triwulan II secara q-to-q terutama terlihat dari sisi lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh 22,40 persen," ujar Ahmadriswan dalam pemaparan resminya.
Listrik dan Gas Sektor Paling Ekspansif Secara Tahunan
Jika dibandingkan dengan triwulan II 2025, lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 10,30 persen. Hal ini mencerminkan peningkatan kebutuhan energi seiring menggeliatnya aktivitas industri dan rumah tangga di provinsi berjuluk Sai Bumi Ruwa Jurai ini.
Dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 12,80 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan realisasi belanja pemerintah daerah yang masif, baik untuk belanja barang, jasa, maupun operasional pelayanan publik.
Kumulatif Semester I 2026 Tumbuh 5,43 Persen
Secara kumulatif, perekonomian Lampung sepanjang semester I 2026 tumbuh 5,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mencatatkan pertumbuhan kumulatif tertinggi sebesar 9,10 persen.
Kinerja sektor pariwisata dan kuliner yang solid ini menegaskan bahwa daya beli masyarakat serta mobilitas wisatawan di Lampung terus membaik. Data ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi investor yang ingin menanamkan modal di sektor riil, terutama industri pengolahan hasil pertanian dan infrastruktur pendukung logistik.