LAMPUNG — Capaian itu mengemuka dalam Rapat Evaluasi Penyerapan GKP dan Beras Wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi yang digelar Bulog Cabang Cianjur di Hotel Horison Sukabumi, akhir Juli lalu. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menyebut angka ini membuktikan sinergi pemerintah, Bulog, penyuluh, dan petani kian solid.
“Capaian ini menjadi kabar baik bagi petani Kabupaten Sukabumi. Penyerapan gabah yang terus meningkat menunjukkan hasil panen petani semakin mampu masuk ke rantai pasok pangan nasional. Harapan kami, kondisi ini berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani,” ujar Aep, Jumat (7/8/26).
Produksi Melimpah, Serapan Ikut Terdorong
Khusus wilayah Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, Bulog telah menyerap 28.462 ton gabah hingga Jumat (24/7/26). Jumlah itu setara 3,25 persen dari target produksi padi kabupaten tahun 2026 yang mencapai 876.206 ton.
Bandingkan dengan 2025: serapan hanya 12.668 ton atau 1,18 persen dari total produksi. Kenaikan hampir dua kali lipat ini menunjukkan perbaikan tata niaga gabah di tingkat petani.
Pendampingan Petani Jadi Kunci
Aep menjelaskan, peningkatan serapan tidak lepas dari pendampingan intensif Dinas Pertanian. Penyuluh lapangan dan petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) terus mendorong produktivitas sekaligus kualitas hasil panen.
Bantuan yang disalurkan mencakup alat dan mesin pertanian (alsintan), sarana pascapanen, hingga benih unggul di sentra produksi padi. “Kami terus memperkuat pendampingan kepada petani agar kualitas gabah semakin baik. Selain meningkatkan produktivitas, kami juga berupaya meningkatkan rendemen hasil panen melalui pemanfaatan alsintan, fasilitas pascapanen, dan penggunaan benih unggul,” jelasnya.
Potensi Panen Masih Terbuka Lebar
Meski target telah terlampaui, Aep menilai potensi produksi Sukabumi masih jauh dari optimal. Ia berharap Bulog dan pemangku kepentingan lain konsisten menyerap hasil panen agar petani punya kepastian pasar.
“Kabupaten Sukabumi memiliki potensi panen yang sangat besar. Kami berharap Bulog bersama seluruh stakeholder terus memperkuat kolaborasi dalam menyerap gabah petani secara maksimal. Dengan demikian, petani semakin semangat meningkatkan produksi dan kesejahteraan mereka pun ikut meningkat,” tegas Aep.
Lonjakan serapan ini menjadi indikator sektor pertanian Sukabumi tumbuh sehat. Dengan dukungan teknologi, pendampingan berkelanjutan, dan kepastian pasar, daerah ini berpeluang makin kokoh sebagai lumbung padi Jawa Barat sekaligus penopang cadangan pangan nasional.