Pencarian

Saka Energi Siap Bor Sumur Eksplorasi di WK Pekawai, Incar Potensi Migas Senilai Manpatu

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 10:52:01 WIB
Saka Energi Siap Bor Sumur Eksplorasi di WK Pekawai, Incar Potensi Migas Senilai Manpatu
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, memaparkan rencana pengeboran sumur eksplorasi di WK Pekawai, Jumat (31/7/2026).

LAMPUNG — Rencana pengeboran ini bukan tanpa dasar. SAKA, anak usaha PGN yang mengelola WK Pekawai dengan skema gross split sejak 16 Mei 2018, telah mengidentifikasi dua prospek utama di area lepas pantai, yaitu Prospek Saka Manpatu (SM)-1 dan Prospek Hanna. Keduanya disebut memiliki karakteristik geologi yang berkesinambungan dengan Lapangan Manpatu yang sudah memiliki rencana pengembangan (POD).

"WK Pekawai merupakan salah satu aset eksplorasi strategis SAKA yang memiliki prospek cukup menjanjikan. Melalui berbagai kegiatan eksplorasi yang dilakukan secara bertahap dan terukur, kami berupaya memaksimalkan potensi migas di wilayah kerja ini," ujar Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, Jumat (31/7/2026).

Mengapa Prospek Ini Dianggap Menjanjikan?

Dasar optimisme itu terletak pada posisi geologis WK Pekawai. Sekitar 10–24 persen struktur Lapangan Manpatu yang dikelola PHM ternyata berada di dalam wilayah WK Pekawai. Artinya, hidrokarbon yang sudah teridentifikasi di lapangan tersebut diyakini menerus hingga ke area kerja SAKA.

Posisi WK Pekawai juga diapit oleh sejumlah lapangan migas produktif, seperti Manpatu, E. Mandu, dan Jempang Metulang. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa kawasan tersebut merupakan bagian dari sistem petroleum yang aktif dan prospektif.

Dari Studi Geologi Menuju Pengeboran

SAKA tidak serta-merta langsung mengebor. Sejak 2022, perusahaan bersinergi dengan PHM untuk mematangkan konsep pengembangan kedua prospek tersebut. Upaya ini semakin solid setelah pemerintah melalui SKK Migas menyetujui Perpanjangan Jangka Waktu Eksplorasi (PJWE) hingga 15 Mei 2028.

Perpanjangan waktu itu memberi ruang bagi SAKA untuk menyusun program eksplorasi yang lebih komprehensif. Pada awal 2026, persetujuan dari PGN untuk melaksanakan pengeboran sumur appraisal SM-1 akhirnya turun. Sumur ini ditargetkan menembus kedalaman sekitar 12.000 kaki sebagai bagian dari komitmen pasti eksplorasi.

Selain pengeboran lepas pantai, survei geologi dan geokimia di area darat juga tengah berjalan. Kegiatan ini merupakan bagian dari studi geologi dan geofisika (G&G) yang ditargetkan rampung pada 2026.

Apa Target Setelah Pengeboran?

Keberhasilan pengeboran SM-1 nantinya tidak hanya membuktikan adanya sumber daya migas. Lebih dari itu, temuan ini membuka peluang pengembangan melalui skema unitisasi dengan PHM. Skema ini memungkinkan pengelolaan bersama lapangan yang berada di lintas wilayah kerja, sehingga potensi produksinya bisa dioptimalkan.

"Rencana pengeboran sumur eksplorasi menjadi salah satu tonggak penting untuk membuktikan potensi sumber daya yang ada sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut," tambah Fuji.

Bagi SAKA, langkah ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat portofolio hulu migas. WK Pekawai sendiri memiliki luas wilayah eksplorasi 1.555 km² yang mencakup area darat (onshore) dan lepas pantai (offshore). Dengan segala potensi yang ada, keberhasilan eksplorasi di kawasan ini bisa menjadi salah satu jawaban atas kebutuhan akan cadangan migas baru di tengah menurunnya produksi nasional.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks