LAMPUNG — Pelemahan lima hari beruntun ini menjadi ujian bagi sentimen investor di tengah tekanan pasar global dan aksi jual yang masih membayangi. Laju indeks yang terpangkas hampir sepertiga dari posisi awal tahun membuat banyak pelaku pasar wait and see, menanti katalis positif untuk memicu rebound.
Koreksi Lima Hari Beruntun, Kapitalisasi Pasar Tergerus
Data perdagangan menunjukkan IHSG kehilangan 55,19 poin dalam sehari. Jika dihitung sejak pekan lalu, total pelemahan mencapai 3,30%, angka yang cukup dalam untuk ukuran indeks utama Indonesia. Kapitalisasi pasar pun ikut tergerus seiring aksi jual yang dominan di hampir seluruh sektor.
Tekanan ini tidak lepas dari sentimen eksternal. Pasar saham global masih dibayangi ketidakpastian pemulihan ekonomi dan fluktuasi harga komoditas. Di sisi domestik, investor mencermati data ekonomi dan kebijakan Bank Indonesia yang akan diumumkan pekan ini.
Sektor Mana yang Paling Terpukul?
Hampir seluruh sektor saham mencatatkan pelemahan. Sektor keuangan, infrastruktur, dan properti menjadi yang paling tertekan. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti perbankan ikut terseret aksi jual asing yang masih berlanjut.
Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) di pasar reguler. Kondisi ini memperberat laju IHSG yang sudah dalam tren turun. Pelaku pasar kini menanti apakah tekanan ini akan berlanjut atau justru menjadi titik balik.
Nasib Pasar Hari Ini: Rebound Teknis atau Lanjut Koreksi?
Pertanyaan besar di kalangan investor adalah apakah IHSG akan bangkit pada perdagangan hari ini, Kamis (29/7). Secara teknikal, level 6.130 menjadi support kritis yang harus dipertahankan. Jika indeks mampu bertahan di atas level tersebut, peluang technical rebound terbuka.
Namun, bila tekanan jual masih dominan, bukan tidak mungkin IHSG melanjutkan koreksi menuju level psikologis 6.000. Pergerakan indeks pagi ini akan menjadi indikator awal arah pasar. Investor disarankan mencermati pergerakan saham-saham blue chip dan aksi asing sebagai sinyal utama.
Investasi mengandung risiko.