BANDARLAMPUNG — PT PLN (Persero) UID Lampung terus mempercepat perluasan akses listrik ke pelosok desa. Manajer PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Lampung I Putu Kesama menyebutkan, hingga semester pertama 2026, sebanyak tujuh lokasi desa dan dusun yang sebelumnya gelap kini telah menikmati aliran listrik.
"Penambahan tersebut semakin memperluas akses masyarakat terhadap pasokan listrik yang andal sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di wilayah terpencil," kata I Putu Kesama di Bandarlampung, Kamis.
Rasio Desa Berlistrik Total Lampung Tembus 100 Persen
Meski Rasio Desa Berlistrik (RDB) PLN baru mencapai 99,85 persen, secara total seluruh desa di Lampung telah memiliki akses listrik. Hal itu baik melalui jaringan PLN maupun sumber listrik lainnya.
"Rasio Desa Berlistrik Total Provinsi Lampung telah mencapai 100 persen, yang menunjukkan seluruh desa di Lampung telah memiliki akses listrik," ujar I Putu Kesama.
40 Lokasi Prioritas dan Kendala di Kawasan Hutan
PLN telah menetapkan 40 lokasi di berbagai kabupaten/kota se-Lampung sebagai prioritas program perluasan akses listrik pada 2026. Penetapan itu berdasarkan usulan pemerintah daerah yang telah diverifikasi di lapangan.
"Pertimbangannya mencakup kebutuhan masyarakat, kondisi geografis, serta kesiapan infrastruktur," jelas I Putu Kesama.
Namun, pembangunan jaringan di sejumlah titik menghadapi tantangan. Beberapa lokasi berada di kawasan hutan register sehingga memerlukan perizinan lintas instansi.
Sinergi Lintas Instansi untuk Percepatan Perizinan
PLN memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Kementerian Kehutanan, Balai Kawasan Hutan, dan pemangku kepentingan lainnya. Langkah itu diambil untuk mempercepat proses perizinan agar infrastruktur kelistrikan segera terealisasi.
"PLN berkomitmen mendukung target pemerintah dalam mewujudkan pemerataan akses listrik hingga ke pelosok," kata I Putu Kesama.
Program ini menjadi bagian dari komitmen PLN mendukung pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah di Lampung.