BANDAR LAMPUNG — Penutupan Lampung Begawi x SigerFest 2026 menghadirkan capaian konkret bagi pelaku usaha mikro di provinsi itu. Selain 28.000 pengunjung yang hadir selama tiga hari, transaksi UMKM menembus Rp500 juta. Marindo Kurniawan menutup festival tersebut di atas panggung, mewakili Gubernur Lampung.
Dalam sambutan yang dibacakan Marindo, Gubernur Lampung menegaskan posisi daerahnya dalam rantai ekonomi. Lampung, katanya, tidak boleh berhenti sebagai pemasok bahan mentah.
"Lampung tidak boleh berhenti sebagai daerah penghasil. Lampung harus menjadi pencipta nilai tambah. Kopi Lampung jangan berhenti sebagai biji kopi," tegas Gubernur dalam sambutan tersebut.
Nilai Ekonomi Bocor ke Luar Daerah
Menurut Gubernur, banyak nilai ekonomi Lampung hilang karena komoditas masih dijual dalam bentuk mentah. Padahal potensi daerah melimpah, mulai dari kopi, pertanian, hingga wastra.
Festival bertema Sai Bumi, Sejuta Nilai itu disebutnya sebagai bukti potensi tersebut. Tantangan berikutnya adalah mengubah biji menjadi produk jadi dan membangun merek yang dikenal global.
QRIS dan Pembayaran Digital Bukan Lagi Pilihan
Gubernur juga menyoroti digitalisasi dalam transaksi ekonomi warga. Menurutnya, QRIS dan pembayaran digital sudah menjadi kebutuhan, bukan sekadar opsi tambahan.
"Teknologi harus menjadi alat untuk mempermudah masyarakat, bukan mempersulit," ujarnya.
Kopi Lampung Tembus Amerika Serikat hingga Korea Selatan
Kepala Bank Indonesia Lampung Bimo Epyanto membeberkan data pembiayaan dan ekspor UMKM daerah itu. Sejak awal 2026, BI menyalurkan pembiayaan UMKM sebesar Rp10 miliar.
Ekspor UMKM Lampung mencapai Rp1,92 miliar. Kopi Lampung kini masuk ke Amerika Serikat, Kanada, Korea Selatan, dan Taiwan. Olahan makanan dan minuman juga menembus pasar Mesir dan Turki.
"Lampung Begawi x SigerFest 2026 bukan sekadar pameran. Ini ruang kolaborasi untuk menciptakan nilai tambah," kata Bimo.
1.248 Transaksi Wakaf di Lamban Kupi
Selama festival, panitia menggelar Bar Takeover di Lamban Kupi dengan sajian kopi Lampung berstandar internasional. Di Lamban Wastra, digelar workshop dan fashion show wastra Lampung.
Transaksi wakaf di Lamban Kupi saja tercatat 1.248 transaksi. Angka itu menunjukkan festival tidak hanya bergerak di sisi komersial, tetapi juga mendorong partisipasi sosial pengunjung.
Yura Yunita Tutup Rangkaian Acara
Penutupan festival berlangsung meriah dengan penampilan Yura Yunita. Penyanyi tersebut membuat ribuan pengunjung di City Mall histeris.
Bimo menutup dengan satu pesan kepada seluruh pihak yang terlibat. "Yang berakhir hari ini adalah rangkaian acaranya, bukan semangat kolaborasinya," ujarnya.