Pencarian

Gubernur Lampung Luncurkan Program Bed Dryer untuk Petani Mesuji, Gabah Kering 12 Jam Tak Lagi Bergantung Cuaca

Kamis, 25 Juni 2026 • 13:51:01 WIB
Gubernur Lampung Luncurkan Program Bed Dryer untuk Petani Mesuji, Gabah Kering 12 Jam Tak Lagi Bergantung Cuaca
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meresmikan program Bed Dryer di Mesuji untuk mempercepat pengeringan gabah.

MESUJI — Program Bed Dryer resmi diluncurkan di tengah hamparan sawah Desa Tanjung Mas Makmur, Kecamatan Mesuji Timur, Rabu (24/6/2026). Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal hadir langsung meresmikan alat pengering gabah berkapasitas 20 ton yang diberikan kepada Gapoktan Makarti Jaya Abadi.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza mengingatkan bahwa Mesuji selama ini tertinggal dari daerah lain di Lampung. "Saya ingat betul pesan yang pernah saya sampaikan, Mesuji sudah capek tertinggal dari daerah-daerah lain di Provinsi Lampung. Hari ini saya kembali hadir untuk memastikan bahwa kemajuan itu benar-benar hadir di Kabupaten Mesuji," ujarnya.

Teknologi Pengeringan yang Mengubah Nasib Petani

Selama ini, petani Mesuji harus menjemur gabah hingga tujuh hari untuk mencapai tingkat kekeringan yang diinginkan. Cuaca tak menentu sering membuat kualitas gabah menurun dan harga jual anjlok.

"Kalau gabah dijemur secara tradisional membutuhkan waktu berhari-hari dan kualitasnya menurun. Akibatnya harga jual menjadi rendah. Karena itu kami menghadirkan teknologi bed dryer agar gabah bisa dikeringkan lebih cepat dan kualitasnya terjaga," kata Gubernur Mirza.

Dengan bed dryer, proses pengeringan hanya memakan waktu 10 hingga 12 jam. Bupati Mesuji Elfianah menilai bantuan ini strategis karena petani tak lagi bergantung pada cuaca. "Kualitas hasil panen lebih terjaga, harga jual lebih baik, dan kerugian pascapanen dapat ditekan," ujarnya.

Dulu Bawa Gabah ke Sumsel, Kini Petani Tak Perlu Lagi

Kondisi ini langsung dirasakan anggota Gapoktan Makarti Jaya Abadi, Misnatun. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya banyak petani Mesuji terpaksa membawa gabah ke Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, untuk mencari fasilitas pengeringan yang lebih baik.

"Sekarang dengan adanya bed dryer di Tanjung Mas Makmur, kondisinya justru berbalik," ungkap Misnatun. Hasil uji coba menunjukkan gabah yang dikeringkan menggunakan bed dryer menghasilkan kualitas beras yang jauh lebih baik dibanding metode konvensional.

Hilirisasi Pertanian dan Program Pendukung Lainnya

Program Bed Dryer merupakan bagian dari strategi prioritas "Desaku Maju" yang digagas Pemprov Lampung untuk memperkuat hilirisasi sektor pertanian. Selain alat pengering, Pemprov juga menyalurkan bantuan belerang untuk pengendalian hama tikus, bibit kakao, ternak kambing, ayam petelur beserta kandang dan pakan, serta benih ikan untuk restocking perairan.

Gubernur Mirza menambahkan bahwa penggunaan Pupuk Hayati Cair (PHC) yang telah diuji di ratusan desa di Lampung mampu meningkatkan produktivitas pertanian antara 15 hingga 30 persen. Pemanfaatan alsintan, drone pertanian, dan dukungan pembiayaan dari Bank Lampung diharapkan mempercepat modernisasi sektor pertanian.

Misnatun berharap dukungan pemerintah terus berlanjut, termasuk peningkatan fasilitas penggilingan padi dan ketersediaan energi listrik agar rantai produksi pertanian semakin efisien. Dengan potensi luas tanam mencapai 56 ribu hektare, Kabupaten Mesuji ditargetkan menjadi salah satu lumbung pangan utama di Lampung.

Bagikan
Sumber: beritanatural.net

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks