Pencarian

Atlet Tinju PON Dihajar Kelompok Tak Dikenal di PKOR Way Halim, KONI Lampung Desak Evaluasi Keamanan Kawasan

Rabu, 24 Juni 2026 • 16:30:42 WIB
Atlet Tinju PON Dihajar Kelompok Tak Dikenal di PKOR Way Halim, KONI Lampung Desak Evaluasi Keamanan Kawasan
Atlet tinju PON Ikhwan Azzahro mengalami penganiayaan di kawasan PKOR Way Halim, Bandar Lampung.

BANDAR LAMPUNG — Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria, menilai insiden penganiayaan terhadap Ikhwan Azzahro menjadi bukti nyata lemahnya pengamanan di PKOR Way Halim. Menurutnya, kawasan yang seharusnya menjadi pusat pembinaan atlet justru berpotensi menimbulkan rasa tidak aman bagi para penghuninya.

"Ini peristiwa yang sangat memprihatinkan. Atlet yang sedang dipersiapkan untuk meraih prestasi, namun justru menjadi korban kekerasan di lingkungan yang seharusnya aman untuk berlatih dan beraktivitas," kata Riagus Ria dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).

Warung Liar dan Keramaian Malam Hari Jadi Sumber Kegelisahan Atlet

Riagus mengungkapkan, keluhan soal keamanan dan kenyamanan di PKOR sebenarnya sudah lama masuk ke meja KONI. Sejumlah atlet PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) mengaku resah akibat aktivitas warung-warung yang beroperasi hingga larut malam di sekitar kawasan tersebut.

"Banyak atlet yang mengaku tidak nyaman tinggal di sana. Kami juga mendapat informasi atlet PPLP, yang merasa resah karena pada malam hari kawasan sekitar PKOR cukup bising, akibat aktivitas di sejumlah warung yang masih beroperasi," ujarnya.

Keberadaan warung-warung itu, kata Riagus, kerap menimbulkan keramaian yang mengganggu istirahat atlet. Kondisi itu dinilai kontras dengan fungsi utama PKOR sebagai pusat pembinaan olahraga di Lampung.

KONI Dorong Penataan Kawasan dan Tuntaskan Kasus Hukum

KONI Lampung mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan penataan kawasan PKOR secara menyeluruh. Peningkatan pengawasan dan sistem keamanan dinilai menjadi prioritas agar atlet bisa berlatih tanpa rasa khawatir.

"Kejadian ini harus membuka mata semua pihak. PKOR semestinya menjadi kawasan yang aman dan nyaman bagi atlet untuk berlatih, bukan malah menjadi tempat yang menimbulkan rasa khawatir," tegas Riagus.

Selain penataan kawasan, KONI Lampung juga berharap aparat kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap Ikhwan. Para pelaku harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku demi memberikan efek jera dan rasa keadilan bagi korban.

Ikhwan Azzahro merupakan atlet binaan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Lampung. Peristiwa yang menimpanya tidak hanya menyisakan luka fisik, tetapi juga menjadi pukulan bagi keluarga besar olahraga Lampung yang tengah berupaya melahirkan atlet-atlet berprestasi untuk ajang PON Beladiri II di Manado 2026.

Bagikan
Sumber: lampungpro.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks