LAMPUNG — Dalam sosialisasi bertajuk Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas (IAABL), para siswa tidak hanya diajarkan soal rambu-rambu jalan dan pentingnya helm standar nasional. Mereka juga mendapat materi tentang dampak narkoba dan seks bebas dari dokter Puskesmas Cakung serta perwakilan Koramil 04 Pulogadung.
“Ini merupakan salah satu program CSR dari PAMA dalam bidang pendidikan, yaitu mengampanyekan gerakan aman berlalu lintas,” ujar perwakilan manajemen PAMA dalam keterangan resminya.
PAMA menilai edukasi ini makin relevan karena banyak pelajar kini menggunakan kendaraan pribadi untuk ke sekolah. Tanpa pemahaman yang cukup, risiko kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas pun meningkat.
Kolaborasi dengan TNI, Puskesmas, dan Tim SHE
Untuk memperkuat materi, PAMA menggandeng tiga narasumber berbeda. Koramil 04 Pulogadung mengisi sesi wawasan kebangsaan, dokter Puskesmas Cakung membahas kesehatan reproduksi dan bahaya narkoba, serta tim Safety, Health, and Environment (SHE) PAMA Group memberikan pelatihan keselamatan berkendara.
“Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pelajar untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya,” jelas perwakilan manajemen PAMA.
Kegiatan serupa, menurut PAMA, rutin digelar setiap tahun di kantor pusat Jakarta, workshop Cileungsi, hingga proyek-proyek di Kalimantan, Sumatra, Sumbawa, dan Sulawesi.
Membangun Generasi Sehat Sejak Bangku Sekolah
PAMA menekankan bahwa program ini bukan sekadar seremonial. Perusahaan ingin menanamkan budaya keselamatan dan cinta tanah air sejak dini, terutama di kalangan siswa yang akan menjadi tenaga kerja masa depan.
“Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, PAMA berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi para pelajar,” pungkas perwakilan manajemen PAMA.
Dengan pendekatan langsung ke sekolah, PAMA berupaya menjawab tantangan sosial yang dihadapi generasi muda Indonesia saat ini: dari tingginya angka kecelakaan lalu lintas pelajar hingga ancaman penyalahgunaan narkoba.