Pencarian

Tesla Ubah Kontrak FSD Secara Sepihak, Pemilik Mobil Kehilangan Akses Dokumen Asli

Kamis, 04 Juni 2026 • 09:07:31 WIB
Tesla Ubah Kontrak FSD Secara Sepihak, Pemilik Mobil Kehilangan Akses Dokumen Asli
Pemilik Tesla kehilangan akses dokumen kontrak FSD asli setelah perubahan sepihak oleh Tesla.

LAMPUNG — Praktik ini terungkap setelah seorang pemilik Tesla Model 3 2018, Oliver Abcarius, melaporkan kejadian aneh saat hendak mengakses kontrak pembelian FSD-nya untuk keperluan klaim pengembalian dana. Alih-alih menemukan dokumen asli bertanggal Agustus 2019, ia mendapati tautan menuju halaman yang tidak valid.

"Tesla memperbarui dokumen saya secara retroaktif. Di tahun 2019, kontrak itu tidak mengandung kata 'supervised'. Sekarang saya tidak bisa membuka dokumennya sama sekali," ujar Abcarius kepada Electrek, seperti dikutip dalam laporan yang beredar.

Pemilik Lain Alami Hal Serupa, Dokumen FSD Jadi Target

Pola yang sama juga dialami istri Abcarius yang membeli Model Y 2020 dengan paket FSD. Dokumen "Motor Vehicle Purchase Agreement" untuk mobil tersebut juga tak bisa diakses. Menariknya, semua dokumen lain di akun mereka—termasuk kontrak pembelian kendaraan tanpa FSD—masih bisa dibuka tanpa masalah.

"Ini sangat mencurigakan. Tidak ada masalah dengan dokumen lain, hanya yang terkait detail pembelian FSD," tambah Abcarius. Electrek mengonfirmasi bahwa keluhan serupa datang dari pemilik lain, khususnya pengguna Tesla dengan hardware HW3 yang membeli FSD sebelum Maret 2024.

Kronologi Perubahan Definisi FSD oleh Tesla

Sejak 2016, Tesla menjual paket "Full Self-Driving Capability" dengan harga hingga US$15.000, menjanjikan mobil bisa melaju otonom penuh melalui pembaruan software. Janji ini terus diulang Elon Musk setiap tahun sejak 2018, namun tak pernah terealisasi.

Pada Maret 2024, Tesla secara resmi mengganti nama paket tersebut menjadi "Full Self-Driving (Supervised)" dan menambahkan klausul bahwa sistem tidak membuat kendaraan menjadi otonom. Puncaknya, pada April 2026, Musk mengakui bahwa kendaraan HW3—yang diproduksi antara 2016 dan 2023—tidak akan pernah bisa mencapai otonomi penuh tanpa retrofit hardware yang belum jelas realisasinya.

Dokumen Hilang, Gugatan Hukum Mengancam

Penghilangan akses ke kontrak asli ini terjadi di tengah tekanan hukum yang berat. Tesla menghadapi potensi gugatan class action senilai US$14,5 miliar terkait iklan FSD yang menyesatkan, tanggung jawab kecelakaan Autopilot, dan penipuan sekuritas.

Di Amerika Serikat, gugatan class action yang sudah disertifikasi mencakup pernyataan FSD antara Oktober 2016 hingga Agustus 2024—periode yang sama dengan kontrak yang kini diubah. Di California, pengadilan memutuskan Tesla melakukan iklan palsu soal FSD, dan seorang arbiter telah memerintahkan Tesla mengembalikan US$10.600 kepada pembeli FSD karena dianggap melanggar kontrak.

Langkah Tesla menghilangkan akses ke bukti kunci ini dinilai sebagai bagian dari pola yang lebih besar. Pada Agustus 2024, perusahaan juga menghapus blog post tahun 2016 yang menyatakan semua mobil produksi pabrik memiliki hardware untuk FSD penuh—postingan yang kini hanya bisa diakses melalui Wayback Machine.

Secara hukum, mengubah kontrak yang sudah dieksekusi secara sepihak dan membuatnya tidak dapat diakses adalah langkah yang sangat

Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks