Pencarian

Mentan Amran Tinjau Langsung Bibit Perkebunan di Lampung Tengah, Target 30.000 Hektare Tebu-Kopi-Kakao Disalurkan Gratis ke Petani

Kamis, 27 Agustus 2026 • 01:40:31 WIB
Mentan Amran Tinjau Langsung Bibit Perkebunan di Lampung Tengah, Target 30.000 Hektare Tebu-Kopi-Kakao Disalurkan Gratis ke Petani
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau lokasi pengembangan bibit perkebunan di Lampung Tengah, Rabu.

Kementerian Pertanian memastikan bantuan bibit perkebunan di Provinsi Lampung mencapai 30.000 hektare, mencakup komoditas tebu, kopi, dan kakao dengan nilai total Rp 350 miliar. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau langsung kondisi tanaman di Lampung Tengah pada Rabu dan menegaskan seluruh bantuan ini disalurkan gratis kepada petani.

LAMPUNG TENGAH — Pemerintah pusat mengucurkan dana Rp 350 miliar untuk pengembangan perkebunan di Provinsi Lampung melalui program bantuan bibit yang menyentuh lahan seluas 30.000 hektare. Dari total tersebut, 12.000 hektare dialokasikan untuk tanaman tebu, sementara 18.000 hektare lainnya diperuntukkan bagi bibit kopi dan kakao.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan hal ini saat meninjau lokasi pengembangan bibit di Lampung Tengah, Rabu. Ia menyebut kondisi tanaman di lapangan sangat bagus dan tim dinas terkait bekerja maksimal dalam merealisasikan program prioritas Presiden tersebut.

Program Khusus Presiden untuk Petani Lampung

Bantuan ini merupakan bagian dari program khusus Presiden untuk menggenjot produktivitas perkebunan nasional. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan pengembangan benih perkebunan di Indonesia mencapai 870.000 hektare dengan anggaran fantastis hingga Rp 99,5 triliun.

"Kami mengapresiasi tim yang ada di Lampung dan Dirjen Perkebunan, karena dalam pengembangan bibit ini kondisi tanamannya sangat bagus. Target kita untuk Lampung dalam pengembangan bibit mencapai 30 ribu hektare," ujar Amran di Lampung Tengah.

Bibit, Pengolahan Lahan, dan Penanaman Ditanggung Negara

Mentan menegaskan bahwa seluruh biaya dalam program ini ditanggung penuh oleh pemerintah. Petani tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk mendapatkan bibit, pengolahan lahan, hingga proses penanaman.

"Ini semua gratis. Bibit gratis, pengolahan lahan gratis, penanaman gratis dari pemerintah. Hati-hati kepada petani ini adalah barang gratis dari biaya penanaman, biaya bibit, dan olah lahan ini dibayarkan oleh pemerintah," kata Amran.

Larangan Keras Memperjualbelikan Bibit Bantuan

Amran memberikan peringatan tegas kepada para penerima manfaat. Bibit yang sudah diterima dilarang keras untuk diperjualbelikan dan wajib dikembangkan sesuai peruntukannya demi meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan di daerah.

Selain mendorong produksi, program ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Dengan anggaran nasional Rp 99,5 triliun, pemerintah memproyeksikan sekitar 3 hingga 4 juta orang bisa terlibat dalam sektor perkebunan, termasuk dalam penanganan hama dan perawatan tanaman.

"Ini sangat bermanfaat untuk petani, untuk penanganan hama dan lain sebagainya akan dibantu mengatasi oleh dinas kabupaten dan provinsi. Untuk kondisi bibit perkebunan, semua bibit sekarang bagus kualitasnya," jelasnya.

Para petani diimbau segera berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan setempat untuk memastikan lahan mereka masuk dalam daftar penerima bantuan dan mengikuti aturan teknis yang telah ditetapkan pemerintah.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks