BANDAR LAMPUNG — PWI Provinsi Lampung mulai menyusun peta jalan menuju suksesnya penyelenggaraan HPN dan Porwanas 2027. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah menjalin kolaborasi dengan Universitas Teknokrat Indonesia, yang dikenal dengan julukan “Kampus Sang Juara”.
Pertemuan antara jajaran pengurus PWI Lampung dan Rektor Universitas Teknokrat, Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, berlangsung di kampus setempat, Senin (13/7/2026). Agenda utama adalah sosialisasi kesiapan Lampung sebagai tuan rumah sekaligus penjajakan peran akademisi dalam berbagai rangkaian kegiatan.
Dukungan Venue dan Fasilitas untuk Rangkaian HPN
Sekretaris PWI Provinsi Lampung, Andi Panjaitan, menyebutkan masih banyak tahapan yang harus dilalui sebelum puncak acara pada April 2027. Kick-off dijadwalkan pada November 2026, dilanjutkan konferensi kerja dan konferensi provinsi.
“Kami berharap ke depan bisa berkolaborasi, baik dalam keterlibatan peserta maupun menjadi lawan uji coba, khususnya untuk cabang olahraga esports,” ujar Andi.
Menanggapi hal itu, Rektor Universitas Teknokrat, Nasrullah Yusuf, menawarkan sejumlah fasilitas kampus untuk mendukung pelaksanaan HPN. Ia menyebutkan aula berkapasitas 200 hingga 400 orang yang dilengkapi videotron, serta gelanggang olahraga berkapasitas sekitar 1.000 orang dengan fasilitas representatif.
“Kami merasa terhormat atas kunjungan PWI. Jika membutuhkan ruangan, kami siap mendukung. Area parkir kampus juga cukup luas untuk menunjang kegiatan berskala besar,” jelas Nasrullah.
Fokus Pembinaan Esports: Target Tiga Besar Porwanas
Wakil Ketua Bidang Kerja Sama PWI Lampung, Segan Simanjuntak, menyoroti rekam jejak Universitas Teknokrat sebagai kampus dengan prestasi membanggakan di bidang esports. Menurutnya, pengalaman tersebut dinilai strategis untuk meningkatkan daya saing kontingen PWI Lampung.
Porwanas 2027 akan mempertandingkan sekitar 14 cabang olahraga, termasuk catur, biliar, atletik, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, futsal, dan esports.
“Esports Teknokrat sudah sangat bagus. Kami ingin berkolaborasi agar tim esports PWI Lampung bisa bersaing dengan kontingen dari provinsi lain. Target kami minimal masuk tiga besar saat menjadi tuan rumah. Tahun lalu kami berhasil masuk lima besar,” ungkap Segan.
Rektor Nasrullah menekankan pentingnya persiapan sejak dini jika Lampung ingin meraih hasil maksimal di cabang esports. Ia menilai waktu sekitar satu tahun hingga pelaksanaan harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Kalau ingin memperoleh hasil maksimal di esports, latihan harus dimulai dari sekarang. Waktu sekitar satu tahun hingga menjelang pelaksanaan harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar tim Lampung benar-benar siap bersaing,” pungkasnya.