BANDAR LAMPUNG — Sebanyak 13 titik panas terpantau oleh BMKG di Lampung hingga Senin (13/7/2026) pukul 14.00 WIB, dengan Way Kanan mendominasi sebaran. Prakirawan BMKG Lampung, Pebri Sugriansyah, mengonfirmasi bahwa dari total hotspot itu, 8 titik berada di Way Kanan, dan satu titik di Blambangan Umpu masuk kategori level tinggi.
Mengapa Way Kanan Menjadi Wilayah Paling Rawan?
Berdasarkan data historis BMKG, sedikitnya tujuh kabupaten di Lampung memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla. Wilayah-wilayah itu meliputi sejumlah daerah dengan karakteristik lahan kering yang mudah terbakar saat kemarau. Pebri meminta warga, khususnya di area perkebunan dan hutan kering, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Sebaran Hotspot di Lima Kabupaten
Selain Way Kanan, titik panas juga terdeteksi di empat kabupaten lain di Lampung. Namun, rincian sebaran lengkap dari BMKG belum menyebutkan nama kabupaten tambahan tersebut secara spesifik dalam keterangan resmi yang diterima. BMKG mengimbau seluruh wilayah yang masuk kategori rawan untuk meningkatkan kewaspadaan selama cuaca kering berlangsung.
"BMKG meminta warga, khususnya di area perkebunan dan hutan kering, untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada satgas kebencanaan setempat jika melihat adanya kepulan asap yang mencurigakan," kata Pebri Sugriansyah dalam pernyataan yang dikutip dari TribunLampung.co.id.
Langkah Pencegahan Karhutla di Musim Kemarau
Kemunculan 13 titik panas ini menjadi sinyal awal bagi pemerintah daerah dan satgas kebencanaan untuk bergerak cepat. Masyarakat diimbau melapor jika menemukan kepulan asap yang mencurigakan di sekitar hutan atau perkebunan. Aktivitas pembakaran lahan, yang kerap menjadi pemicu utama karhutla, harus dihindari selama musim kemarau.
BMKG juga menekankan bahwa kondisi cuaca kering yang berkepanjangan bisa memperparah risiko kebakaran. Oleh karena itu, koordinasi antara warga dan petugas di lapangan menjadi kunci untuk mencegah meluasnya titik api. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai luas lahan yang terbakar atau kerugian material akibat hotspot tersebut.