Pencarian

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Pemkab Lampung Selatan Minta Warga Pesisir Tenang dan Siapkan Jalur Evakuasi

Sabtu, 11 Juli 2026 • 23:27:31 WIB
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Pemkab Lampung Selatan Minta Warga Pesisir Tenang dan Siapkan Jalur Evakuasi
Gunung Anak Krakatau mengalami tujuh kali erupsi sejak tengah malam hingga siang hari, 8 Juli 2026.

KALIANDA — Tujuh kali erupsi tercatat sejak tengah malam hingga siang hari pada 8 Juli 2026, disusul aktivitas yang kembali menurun. Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi, menyebut pola itu adalah karakter gunung tersebut: energi dilepaskan lalu tenang hingga terbentuk energi baru.

“Tetap waspada, tetapi masyarakat tidak perlu panik,” kata Andi dalam rapat koordinasi yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan.

Ketinggian Gunung Kini 157 Meter, Lebih Rendah dari 2018

Andi menjelaskan, tinggi Gunung Anak Krakatau saat ini sekitar 157 meter di atas permukaan laut (mdpl). Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan saat peristiwa longsoran yang memicu tsunami pada 2018, yang saat itu mencapai 338 mdpl.

“Beban di puncak jauh lebih besar saat itu dan mampu mendorong air laut hingga ke daratan. Mudah-mudahan apabila terjadi longsoran, dampaknya tidak akan sebesar yang pernah terjadi,” ujarnya.

Ancaman Terdekat: Hujan Abu, Bukan Gelombang Besar

Menurut Andi, ancaman paling mungkin dirasakan warga saat ini adalah hujan abu jika arah angin mengarah ke daratan Lampung. Masyarakat cukup menggunakan masker untuk mengurangi dampak paparan abu vulkanik. Hingga kini, belum ada dampak langsung yang membahayakan.

Ia juga mengimbau warga tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Sumber resmi dari BPBD dan instansi berwenang menjadi rujukan utama agar tidak menimbulkan keresahan.

BPBD Perintahkan Camat Cek Ulang Rambu Evakuasi dan Titik Kumpul

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi, menegaskan bahwa erupsi yang terjadi merupakan proses pelepasan energi dari dalam gunung, sehingga berpotensi mengurangi kemungkinan ledakan lebih besar. Meski begitu, pemerintah daerah tetap meningkatkan langkah mitigasi.

Maturidi meminta seluruh camat di wilayah pesisir bersama kepala desa untuk memeriksa kembali kondisi rambu-rambu jalur evakuasi, memastikan titik kumpul siap digunakan, serta mengecek secara berkala seluruh sarana dan prasarana penanggulangan bencana.

“Kita tentu tidak menginginkan musibah terjadi. Namun kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan. Jangan sampai kita lengah,” tegas Maturidi.

Koordinasi Forkopimcam Diperkuat untuk Antisipasi Darurat

Maturidi menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dalam menjaga kesiapsiagaan masyarakat. Seluruh unsur diminta siap bertindak cepat dan tepat jika kondisi darurat terjadi.

Pemkab Lampung Selatan memastikan pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan secara intensif bersama instansi terkait. Warga diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti arahan petugas pemantau gunung api demi keselamatan bersama.

Bagikan
Sumber: radarnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks