Pencarian

Mayjen TNI Kristomei Sianturi Resmi Sandang Gelar Pangeran Satria Negara, Diakui Keluarga Besar Abung Siwo Migo

Jumat, 10 Juli 2026 • 15:33:31 WIB
Mayjen TNI Kristomei Sianturi Resmi Sandang Gelar Pangeran Satria Negara, Diakui Keluarga Besar Abung Siwo Migo
Mayjen TNI Kristomei Sianturi resmi menerima gelar Pangeran Satria Negara dalam prosesi adat Abung Siwo Migo.

KOTABUMI — Prosesi adat berlangsung di kediaman Suttan Rajo Putra Negara, Ansori Sabak, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh adat serta pejabat daerah. Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, menegaskan bahwa Angkon Muakhi bukan sekadar seremoni, melainkan ikatan moral yang mengikat penerima gelar untuk menjaga nama baik keluarga besar adat.

Bukan Sekadar Seremoni, Ada Tanggung Jawab Moral

Menurut Bupati Hamartoni, pemberian gelar kepada Pangdam menjadi bukti bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan pemersatu masyarakat Lampung. “Beliau adalah putra Lampung Utara yang lahir dari keberagaman. Dengan prosesi ini, beliau resmi menjadi bagian dari masyarakat adat Lampung Utara, khususnya Abung Siwo Migo,” ujarnya.

Pangdam: Saya Merasa Seutuhnya Menjadi Orang Lampung

Kristomei Sianturi mengaku sangat bersyukur dan terharu atas kepercayaan yang diberikan masyarakat adat. Ia menilai prosesi ini memiliki makna mendalam karena semakin menguatkan ikatan emosionalnya dengan tanah kelahiran. “Saya merasa seutuhnya menjadi orang Lampung, khususnya orang Lampung Utara. Kotabumi adalah kota yang sangat saya cintai, tempat saya dilahirkan dan tempat orang tua saya dimakamkan,” katanya.

Komitmen Sinergi TNI-Pemda Bangun Kembali Kejayaan Lampung Utara

Dalam kesempatan itu, jenderal bintang dua tersebut menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan Lampung Utara. Ia ingin daerah itu kembali menjadi wilayah yang maju dan berdaya saing.

“Penganugerahan gelar Pangeran Satria Negara ini akan menjadi simbol persatuan dalam keberagaman sekaligus mempererat hubungan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat adat dalam membangun Bumi Ragem Tunas Lampung,” tegas Kristomei.

Bagikan
Sumber: lampung.idntimes.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks