Pencarian

Gubernur Lampung Dorong Petani Pakai Pupuk Hayati Cair, Target 500 Desa di 2025 Tekan Biaya Produksi

Rabu, 08 Juli 2026 • 18:48:01 WIB
Gubernur Lampung Dorong Petani Pakai Pupuk Hayati Cair, Target 500 Desa di 2025 Tekan Biaya Produksi
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djusal mendorong penggunaan pupuk hayati cair untuk menekan biaya produksi petani.

BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djusal menyebut pemanfaatan pupuk hayati cair (PHC) bisa memangkas biaya produksi petani di provinsi yang menggantungkan 30 persen PDRB-nya pada sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Program ini menyasar 500 desa pada 2025 sebagai bagian dari agenda Desaku Maju.

"Target kami ke depan adalah seluruh petani teredukasi dalam pemakaian bahan organik cair secara mandiri. Mereka bisa membuat sendiri, menggunakan sendiri, dan menikmati nilai tambah keuntungannya secara langsung demi kemakmuran daerah," kata Rahmat dalam keterangan pers di Bandarlampung, Rabu.

Mengapa Pupuk Hayati Cair Jadi Prioritas?

Menurut Rahmat, struktur biaya usaha tani selama ini masih memberatkan petani karena ketergantungan pada pupuk kimia. Dengan PHC yang bisa diproduksi mandiri, petani bisa menekan input produksi tanpa mengurangi hasil panen. Sektor pertanian menjadi fondasi ekonomi Lampung yang menopang hajat hidup sekitar 5 juta jiwa.

"Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memperkuat sektor pertanian berbasis kerakyatan, melalui program optimalisasi penggunaan pupuk hayati cair," ujarnya.

Komoditas Unggulan yang Jadi Sasaran

Tiga komoditas utama yang menjadi tulang punggung petani Lampung adalah ubi kayu, padi, dan jagung. Ketiganya menyumbang sebagian besar produksi pertanian daerah. Rahmat menegaskan optimalisasi PHC diarahkan untuk meningkatkan produktivitas ketiga komoditas ini sekaligus mendukung swasembada pangan nasional.

Peran Penyuluh dan Bimtek Massal

Gubernur menekankan keberhasilan program sangat bergantung pada dedikasi penyuluh pertanian. Pemprov akan menggelar bimbingan teknis secara masif bagi para pendamping dan penyuluh di lapangan. Tujuannya, transfer pengetahuan pembuatan PHC berjalan merata hingga ke tingkat desa.

"Struktur ekonomi Provinsi Lampung didominasi oleh sektor primer pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang menyumbang sekitar 30 persen PDRB," kata Rahmat. "Dari luas lahan produktif, terdapat tiga komoditas utama yang menjadi tulang punggung hajat hidup sekitar 5 juta masyarakat Lampung."

Komitmen Dinas Pertanian

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menyatakan pihaknya berkomitmen mempercepat implementasi program inovasi pertanian. "Guna mengamankan target produksi daerah dan memperkuat kesejahteraan petani di seluruh kabupaten serta kota se-Provinsi Lampung," ujar Elvira.

Sebelumnya, program Desaku Maju telah menjangkau sejumlah desa dengan hasil awal yang dinilai positif. Pemprov menargetkan seluruh petani di Lampung bisa mandiri memproduksi pupuk hayati cair dalam beberapa tahun ke depan, sehingga biaya produksi bisa ditekan secara signifikan.

Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks