Pencarian

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Ajak JMSI Cari Investor, Bukan Sekadar Promosi Wisatawan

Rabu, 08 Juli 2026 • 18:44:31 WIB
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Ajak JMSI Cari Investor, Bukan Sekadar Promosi Wisatawan
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi mengajak JMSI fokus mencari investor untuk pengembangan infrastruktur wisata.

LAMPUNG SELATAN — Kunjungan wisatawan ke Lampung Selatan sepanjang 2025 tercatat mencapai 1,5 juta orang. Namun, Bupati Radityo Egi mengakui sebagian besar dari mereka hanya transit dan tidak menginap.

“Mereka hanya transit dan tidak menetap karena fasilitas pendukung belum memadai,” ujar Egi didampingi Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Anasrullah, Kepala Dinas Kominfo Hendri Kurniawan, serta Kepala Bagian Kerja Sama Setda Muhammad Ali.

Overkapasitas Akhir Pekan, Fasilitas Belum Mengejar

Kepadatan justru terjadi pada akhir pekan. Setiap Sabtu dan Minggu, rata-rata 900 hingga 1.000 orang mengunjungi destinasi wisata di kabupaten ini. Bupati menyebut kondisi itu sudah overkapasitas.

“Kalau kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di Kabupaten Lampung, sudah cukup tinggi bahkan over kapasitas. Ini juga perlu kita antisipasi, jangan sampai yang datang banyak, tapi merasa kecewa karena fasilitas pendukung belum memadai,” kata Egi.

Investasi Hotel, Restoran, hingga ATM Jadi Prioritas

Alih-alih menggencarkan promosi ke calon wisatawan, pemerintah daerah kini memilih pendekatan berbeda. Egi menekankan bahwa yang paling mendesak adalah membangun infrastruktur penunjang seperti hotel, restoran, kafe, toilet umum, pusat oleh-oleh, rumah sakit, hingga ATM.

“Itulah sebabnya, yang kita utamakan saat ini bukan promosi untuk menarik wisatawan, tetapi yang dibutuhkan saat ini adalah promosi untuk para investor agar berinvestasi di sini,” bebernya.

Ia menambahkan, “Kita tidak mau wisatawan yang datang merasa kecewa dan enggan kembali datang. Ini pekerjaan rumah saat ini.”

Branding ‘Beranda Pulau Sumatera’: Bukan Sekadar Gerbang

Konsep baru yang diusung pemkab adalah menjadikan Lampung Selatan sebagai “Beranda Pulau Sumatera”. Selama ini daerah itu hanya dikenal sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera—tempat dilewati, bukan disinggahi.

“Ke depan, pemerintah daerah ingin menghadirkan makna yang lebih luas, yakni menjadikan Kabupaten Lampung Selatan sebagai beranda yang nyaman untuk disinggahi, dinikmati, dan dieksplorasi oleh para wisatawan,” ujar Egi.

“Gerbang hanya dilewati, sedangkan beranda adalah tempat orang singgah. Itu yang ingin kita wujudkan agar kunjungan wisata berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat,” sambungnya.

JMSI: Ekonomi Tumbuh 5,71%, Media Jadi Elemen Kunci

Sekretaris JMSI Provinsi Lampung, Anton Kurniawan, menyebut pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan mencapai 5,71 persen—di atas rata-rata nasional dan provinsi. Ia menilai pola kerja sama antara pemkab dan perusahaan media selama ini sudah menjadi rujukan bagi daerah lain.

“JMSI Lampung memberikan apresiasi atas pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lampung Selatan yang mencapai 5,71%, di atas Nasional dan Provinsi Lampung,” ucap Anton.

Dalam pertemuan itu, Bupati Egi menyebut kolaborasi dengan JMSI sejalan dengan konsep pembangunan hexahelix. Media dan influencer ditempatkan sebagai elemen penting dalam memperkuat ekosistem pembangunan daerah.

“Saya menyambut baik seluruh bentuk kolaborasi, khususnya di bidang pariwisata. Dalam konsep hexahelix, media dan para influencer memiliki ruang yang sangat penting untuk bersama-sama membangun citra positif Lampung Selatan,” kata Egi.

Anton berharap Bupati berani melahirkan program populis yang berpihak pada rakyat. “Destinasi wisata di Lampung Selatan cukup diminati wisatawan. Kita berharap pariwisata Lampung Selatan bisa menjadi kekuatan pariwisata Provinsi Lampung,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: web.lintaslampung.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks