PRINGSEWU — Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mendatangi langsung kediaman dua keluarga korban tenggelam di Sungai Way Sekampung pada Senin (6/7/2026). Bantuan sebesar Rp 1,5 juta per orang itu berasal dari pos Bantuan Tidak Terencana (BTT) Pemkab Pringsewu dan buffer stock daerah.
Korban pertama, M. Fariz Al-Fitra bin Heru Satriyanto (16), merupakan siswa kelas 1 SMKN Gadingrejo asal Pekon Tulungagung. Korban kedua, Agam Dinu Putra bin Hendi Prayitno (15), adalah siswa kelas 3 SMPN 3 Gadingrejo warga Pekon Tegalsari. Keduanya dilaporkan tenggelam saat berkegiatan di sungai terbesar di Pringsewu tersebut pada Minggu (5/7/2026).
Pencarian Melibatkan Banyak Pihak
Proses pencarian kedua korban berlangsung sejak hari kejadian. Personel BPBD Kabupaten Pringsewu, TAGANA Dinas Sosial, Basarnas, TNI, Kepolisian, serta puluhan relawan dan warga di sepanjang aliran Way Sekampung dikerahkan. Mereka menyisir sungai dari Dusun Jogowiryo, Pekon Yogyakarta, hingga ke titik-titik hilir yang rawan arus.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu, kami turut berduka cita atas musibah yang terjadi,” ucap Bupati Riyanto saat menyerahkan bantuan. Ia didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Ihsan Hendrawan, Kadis Sosial Debi Hardian, serta Kepala Pelaksana BPBD Nang Abidin Hasan.
Bantuan untuk Meringankan Beban Duka
Bupati berharap santunan yang diberikan bisa meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. “Semoga keluarga korban senantiasa diberikan ketabahan serta kesabaran, dan kita bisa memetik hikmah dari peristiwa yang terjadi,” tambahnya dalam keterangan pers yang diterima redaksi.
Bantuan diserahkan secara terpisah di kediaman masing-masing korban di Pekon Tulungagung dan Pekon Tegalsari. Turut hadir dalam penyerahan itu camat Gadingrejo dan kepala pekon setempat.
Way Sekampung, Sungai Besar yang Rawan Kecelakaan
Sungai Way Sekampung merupakan sungai terbesar di Kabupaten Pringsewu. Alirannya melintasi sejumlah pekon dan kerap digunakan warga untuk mandi atau mencari ikan. Kasus tenggelam di sungai ini bukan kali pertama terjadi, terutama saat musim hujan yang meningkatkan debit air dan arus bawah permukaan.
Hingga berita ini diturunkan, Pemkab Pringsewu belum mengumumkan langkah antisipasi tambahan untuk mencegah kejadian serupa di titik-titik rawan sepanjang aliran Way Sekampung. (*)