BANDAR LAMPUNG — Jumlah kunjungan pasien dan tingkat keterisian tempat tidur di Rumah Sakit Bandar Negara Husada (RSBNH) terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini mendorong Pemprov Lampung untuk mempercepat pengembangan fasilitas dan layanan medis di rumah sakit yang berada di Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan tersebut.
Layanan Baru: Cuci Darah, ICU, dan Operasi Katarak
Pemprov Lampung menyiapkan sejumlah program pengembangan layanan kesehatan di RSBNH. Program tersebut meliputi aktivasi layanan hemodialisa atau cuci darah, penguatan layanan Intensive Care Unit (ICU), optimalisasi layanan dokter spesialis ortopedi dan bedah mulut, serta pengembangan layanan operasi katarak modern menggunakan metode phacoemulsification.
Pemerintah berharap pengembangan ini mampu memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat Lampung. Selain itu, Pemprov juga melakukan pemeliharaan gedung, instalasi listrik, dan instalasi air secara berkala agar operasional rumah sakit tetap berjalan optimal tanpa terganggu oleh kerusakan fasilitas.
Akreditasi Paripurna dan Target Jadi RS Rujukan Utama
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengatakan RSBNH telah meraih akreditasi tingkat utama dan kini tengah mempersiapkan diri untuk memperoleh akreditasi paripurna. Menurutnya, peningkatan kapasitas rumah sakit menjadi penting agar mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
“Seiring kita semakin baik, ekspektasi masyarakat juga semakin tinggi. Investasi pada peralatan medis dan ruang operasi juga telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kunjungan pasien,” ujar Marindo.
Pemprov Lampung juga memperkuat sistem rujukan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Melalui langkah tersebut, RSBNH diharapkan menjadi rumah sakit rujukan utama, khususnya bagi masyarakat di wilayah barat Kabupaten Lampung Selatan, sekaligus menerima pasien rujukan dari rumah sakit lain yang memiliki tingkat keterisian tempat tidur tinggi.
Penuhi Standar KRIS dan Kesejahteraan Dokter Spesialis
Di sisi lain, sejumlah tantangan turut menjadi perhatian pemerintah. Marindo menyebutkan beberapa di antaranya adalah pemenuhan standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), proses rekredensialing BPJS Kesehatan, serta optimalisasi kuota pelayanan agar masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih luas.
Pemprov Lampung juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan melalui kebijakan yang mendukung kesejahteraan dokter spesialis. Langkah ini diambil agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
“Rumah Sakit Bandar Negara Husada adalah bagian dari wajah pelayanan publik Pemerintah Provinsi Lampung. Kami ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan dapat berjalan secara optimal, sehingga kualitas pelayanannya harus terus ditingkatkan,” tegas Marindo.