PESAWARAN — Program pengabdian masyarakat bertajuk “Deteksi Dini Gejala Serangan Stroke sebagai Upaya Pencegahan” resmi digelar di Balai Desa Sungai Langka, Kabupaten Pesawaran. Kegiatan ini diprakarsai oleh dua dosen keperawatan, Ns. Hanny Mayangsari, S.Kep., M.Kes dan Ns. Dedek Syaiful Kohir, S.Kep., M.Kes, bersama lima mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang.
Kepala Desa Sungai Langka, Erwan Sukijo, SP., yang membuka langsung acara tersebut, menyampaikan apresiasinya. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pencegahan serta deteksi dini penyakit stroke,” ujarnya dalam sambutan.
Bukan Sekadar Penyuluhan, Ada Simulasi Langsung
Berbeda dengan sosialisasi kesehatan pada umumnya, program ini dirancang untuk membangun sistem deteksi dini yang bisa diterapkan secara mandiri. Materi yang diberikan mencakup tanda dan gejala stroke, faktor risiko penyebab, langkah pencegahan, hingga pentingnya penanganan cepat bagi penderita.
Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi diskusi interaktif dan simulasi deteksi dini. Para kader kesehatan desa mendapat pelatihan praktis agar mampu melakukan skrining awal di lingkungan mereka secara berkelanjutan.
Siapa Saja yang Terlibat?
Peserta kegiatan bukan hanya masyarakat umum. Perwakilan dari puskesmas, Ketua Tim Penggerak PKK beserta jajarannya, kader kesehatan desa, hingga tokoh masyarakat turut hadir. Pelibatan multi-pihak ini dinilai strategis agar edukasi tidak berhenti di satu acara, melainkan terus direplikasi oleh kader di lapangan.
Target: Menekan Risiko Komplikasi Stroke dari Desa
Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di Indonesia. Di Kabupaten Pesawaran, akses terhadap layanan kesehatan primer kerap menjadi kendala. Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang berharap masyarakat Desa Sungai Langka semakin sadar mengenali gejala stroke sejak dini.
“Upaya pencegahan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat jika masyarakat paham gejalanya,” jelas tim pelaksana. Harapannya, angka komplikasi akibat stroke di lingkungan desa bisa ditekan secara signifikan melalui deteksi mandiri oleh kader dan warga.