LAMPUNG — Guardiola angkat bicara soal masa depannya usai City bermain imbang 1-1 dengan Bournemouth, Selasa (13/5) malam. Hasil itu secara otomatis mengantar Arsenal menjadi juara Premier League musim ini — pertama kalinya sejak 2004.
“Saya bisa katakan saya punya satu tahun kontrak lagi. Saya sudah berada di posisi ini bertahun-tahun. Dari pengalaman saya, jika Anda mengumumkan sesuatu saat kompetisi berjalan, hasilnya tidak bagus,” ujar Guardiola usai pertandingan.
Satu Tahun Kontak Tersisa, Keputusan Belum Final
Pelatih berusia 55 tahun itu menegaskan bahwa keputusan soal masa depannya baru akan dibahas setelah musim berakhir. “Orang pertama yang harus saya ajak bicara adalah ketua klub. Kami akan lihat dan bicarakan setelah musim selesai,” katanya.
Guardiola menambahkan bahwa ia harus berbicara dengan pemain dan staf pelatih sebelum mengambil keputusan final. “Saya orang paling bahagia di planet ini bisa berada di klub ini. Klub ini sungguh luar biasa,” ujarnya.
17 Trofi Besar dalam 10 Tahun di Manchester City
Sejak mengambil alih City pada 2016, Guardiola telah memenangkan 17 trofi besar, atau 20 gelar di semua kompetisi. Termasuk enam gelar Premier League — yang bisa bertambah menjadi tujuh musim ini jika City memenangkan persaingan ketat dengan Arsenal.
Puncak pencapaiannya terjadi pada 2023 saat City menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya, mengalahkan Inter Milan di Istanbul. Itu menjadi gelar Eropa ketiga Guardiola sebagai pelatih, setelah dua trofi bersama Barcelona.
Trofi terbaru datang pekan lalu saat City mengalahkan Chelsea 1-0 di final Piala FA, berkat gol Antoine Semenyo. Itu menjadi gelar ke-19 Guardiola di Etihad dan Piala FA ketiganya.
Bayang-bayang 100 Pelanggaran Aturan Keuangan Premier League
Di luar lapangan, masa jabatan Guardiola di City dibayangi oleh 100 tuduhan pelanggaran aturan keuangan Premier League yang diajukan pada 2023. Tuduhan itu mencakup periode sembilan tahun dari 2009 hingga 2018.
Sidang yang dipimpin komisi independen telah selesai pada Desember 2024, dengan hasil keputusan diperkirakan akan diumumkan tahun ini.
Kandidat Pengganti: Enzo Maresca dan Vincent Kompany
Jika Guardiola benar-benar pergi, City diperkirakan akan mempertimbangkan sejumlah kandidat. Enzo Maresca, mantan asisten pelatih City yang kini menganggur setelah berpisah dengan Chelsea di tengah musim, disebut-sebut sebagai kandidat terkuat.
Maresca membawa Chelsea memenangkan gelar Conference League dan Piala Dunia Antarklub musim ini. Nama lain yang masuk radar adalah Vincent Kompany, legenda City yang kini menangani Bayern Munich.
Rekor 100 Poin dan Empat Gelar Beruntun
Masa jabatan Guardiola di Inggris sebagian besar diwarnai persaingan sengit dengan Liverpool dan Jurgen Klopp. Termasuk kemenangan satu poin pada 2019, meski The Reds mengoleksi 97 poin.
Guardiola juga menembus batas 100 poin pada musim 2018, mencetak rekor Premier League baru. Ia menjadi manajer pertama dalam sejarah sepak bola Inggris yang memenangkan empat gelar liga teratas secara beruntun.