BANDAR LAMPUNG — Purnama Wulan Sari Mirza, yang akrab disapa Batin Wulan, menerima rombongan peserta di kantornya untuk membekali mereka sebelum berlaga di sejumlah kategori tingkat nasional. Kategori yang akan diikuti meliputi Putri Remaja Indonesia, Putri Anak Indonesia, Putri Batik Cilik Indonesia, Putri Batik Remaja Indonesia, dan Indonesia Girl Junior.
Dalam pertemuan itu, Batin Wulan menegaskan bahwa kompetisi bukan satu-satunya tujuan. Para peserta diminta memahami budaya yang mereka bawa dan mampu menularkannya kepada orang lain.
"Inilah ajang kalian untuk mempromosikan secara langsung kekayaan budaya kita. Dari sekarang kalian bisa mencicil promosi budaya, pariwisata, dan kuliner. Justru nanti dengan tangan kalian, Lampung bisa lebih dikenal lagi di mancanegara," ujarnya.
Batik dan wastra Lampung disebut Batin Wulan sebagai salah satu materi yang paling mudah dikenalkan ke publik luas. Dua komoditas budaya itu dinilai bisa menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk bercerita tentang daerahnya.
Selain batik, cerita rakyat dan potensi pariwisata masuk dalam daftar yang diminta dipromosikan. Para delegasi diharapkan tidak berhenti pada hafalan materi lomba, tetapi benar-benar memahami akar budayanya.
Sejumlah program advokasi juga dibawa masing-masing peserta. Isu yang diangkat mencakup pelestarian budaya dan batik Lampung, pemenuhan hak anak, penguatan literasi, pengembangan karakter remaja, serta kampanye antiperundungan.
Batin Wulan mengingatkan agar kesibukan mengikuti kompetisi tidak menggeser kewajiban belajar. Ia berharap para peserta tetap mengutamakan sekolah dan terus mengembangkan wawasan sebagai bekal masa depan.
Peringatan itu disampaikan mengingat padatnya jadwal latihan dan persiapan menjelang babak final. Menurutnya, prestasi di panggung nasional seharusnya berjalan seiring dengan capaian akademik.
Semangat serupa ditunjukkan Nadina Aurelia Iskandar, atau Aurel, Putri Kebudayaan Lampung 2 2026. Mahasiswi Universitas Lampung itu datang meminta doa dan dukungan sebelum tampil di Grand Final Putri Kebudayaan Indonesia 2026 di Yogyakarta pada 5–7 November mendatang.
Aurel memperkenalkan program bernama Akar Raya, singkatan dari Aksi Kemanusiaan dan Raga Budaya Nusantara. Program itu berjalan lewat dua kegiatan, yakni Culture with Heart dan Satu Cita 1000 Asa.
Dalam Culture with Heart, Aurel mengenalkan kain Tapis dan Siger secara langsung kepada anak-anak di panti asuhan. Lewat Satu Cita 1000 Asa, anak-anak diajak mencoba kegiatan kreatif seperti membatik dan mengenal ragam seni budaya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai hiburan. Menurut Aurel, anak-anak perlu mendapat kesempatan belajar dan mengenali potensi diri melalui pengenalan budaya.