LAMPUNG — Apple menyematkan lensa variable aperture pada kamera utama iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, menggantikan bukaan tetap ƒ/1.78 yang dipakai pendahulunya. Bukaan empat stop dari ƒ/1.48 hingga ƒ/4.0 ini diklaim menaikkan performa low-light sekitar 50 persen sekaligus memberi kontrol optis atas depth of field. Fitur ini paling relevan buat pengguna yang sering memotret malam atau ingin mengatur fokus secara manual.
Dari sisi konfigurasi, kedua model masih memakai tiga kamera belakang seperti iPhone 17 Pro. Susunannya mencakup lensa 48MP Fusion Main, lensa Telephoto 8x48MP, dan lensa Ultra Wide 48MP. Panjang fokus dan resolusinya sama dengan generasi sebelumnya.
Aperture mengatur seberapa banyak cahaya yang masuk ke lensa dan mencapai sensor. Kalau cahaya yang masuk terlalu sedikit, gambar cenderung blur atau berbintik. Selama ini kamera HP mengakomodasi kondisi itu dengan memperpanjang shutter atau menyalakan Night Mode.
Masalahnya, semakin lama shutter terbuka atau Night Mode aktif, semakin besar peluang gambar goyang. Bahkan foto still bisa kehilangan ketajaman dan detail. Lensa variable aperture menawarkan jalan keluar karena bisa memperbesar atau memperkecil bukaan sesuai kebutuhan, sehingga shutter speed ikut menyesuaikan.
iPhone 18 Pro dapat mengatur bukaan ini otomatis, atau pengguna mengambil alih kontrol secara manual untuk hasil yang lebih bergaya.
Angka f yang lebih kecil berarti bukaan lebih lebar dan cahaya yang masuk lebih banyak. Kondisi ini memungkinkan kamera memakai shutter speed lebih cepat pada pencahayaan yang sama, sekaligus menghasilkan depth of field yang lebih tipis. Bukaan ƒ/1.48, misalnya, memberi latar belakang yang lebih blur.
Sebaliknya, angka f yang lebih besar berarti bukaan lebih sempit. Cahaya yang masuk berkurang, tapi area yang tetap tajam bertambah. Bukaan ƒ/4.0 berguna untuk foto lanskap atau foto grup karena lebih banyak bagian gambar yang fokus.
Pengguna disarankan mencoba berbagai setelan aperture untuk melihat pengaruhnya terhadap hasil akhir. Kombinasi otomatis dan manual ini memberi ruang eksperimen yang sebelumnya tidak tersedia di lini iPhone Pro.
iPhone 17 Pro sudah memakai tiga kamera belakang dengan susunan serupa: 48MP Fusion Main, 8x48MP Telephoto, dan 48MP Ultra Wide. Panjang fokus dan resolusinya pun identik. Pembeda utamanya murni di mekanisme bukaan lensa utama yang kini bisa berubah.
Artinya, peningkatan paling terasa ada di skenario low-light dan kontrol kreatif atas fokus, bukan pada resolusi atau jumlah lensa.
iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max cocok untuk pengguna yang serius memotret dengan HP, terutama yang sering menghadapi kondisi minim cahaya atau butuh mengatur kedalaman bidang secara presisi. Buat yang sekadar butuh kamera HP untuk dokumentasi harian, selisih pengalaman dengan iPhone 17 Pro kemungkinan tidak terlalu terasa.