PT Pertamina Patra Niaga bersama Dinas ESDM Provinsi Lampung dan Ditreskrimsus Polda Lampung melakukan inspeksi mendadak ke tiga SPBU di Bandarlampung untuk memastikan penyaluran bahan bakar minyak berjalan sesuai ketentuan. Peningkatan pasokan BBM ke wilayah Lampung disiapkan memasuki September 2026, dari sekitar 2.800 kiloliter per hari pada periode Mei–Agustus menjadi rata-rata 3.000 kiloliter per hari.
BANDARLAMPUNG — Sidak yang menyasar tiga SPBU secara acak ini melibatkan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung serta Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung. Pemantauan mencakup proses pengisian BBM, penggunaan barcode, kesesuaian nomor polisi dengan kendaraan, hingga penerapan kuota.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Menurut dia, aktivitas kendaraan di sejumlah SPBU tengah meningkat.
Pemeriksaan menyasar empat aspek utama: proses pengisian BBM, penggunaan barcode, kesesuaian nomor polisi dengan kendaraan, serta penerapan kuota. Petugas turun langsung melihat kondisi di lapangan, termasuk proses pengisian dan penerapan barcode.
"Kami bersama Pertamina dan Polda Lampung turun langsung melihat kondisi di lapangan, termasuk proses pengisian dan penerapan barcode. Monitoring seperti ini penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sesuai ketentuan," ujar Budhi.
Antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU dan menjadi perhatian bersama. Penanganannya dilakukan melalui penguatan koordinasi dan pengawasan di lapangan.
Kasubdit Ditreskrimsus Polda Lampung, Yustam Dwi Heno, menegaskan pengawasan terhadap penyaluran BBM akan terus dilakukan bersama pihak terkait. Jika ditemukan penyimpangan yang mengarah pada tindak pidana, kasus akan ditelusuri dan ditindak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Apabila dalam pelaksanaannya ditemukan adanya penyimpangan yang mengarah pada tindak pidana, tentunya akan kami telusuri dan tindak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegas Yustam.
Untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, Pertamina Patra Niaga memperkuat pasokan BBM ke wilayah Lampung. Memasuki September 2026, rata-rata pasokan ditingkatkan sekitar 3.000 kiloliter (KL) per hari.
Sebelumnya, pasokan berada di sekitar 2.500 KL per hari, lalu naik menjadi sekitar 2.800 KL per hari pada periode Mei–Agustus. Peningkatan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kebutuhan di lapangan.
Dari sisi ketahanan stok, persediaan BBM di terminal berada dalam kondisi aman. Penerimaan pasokan melalui kapal serta operasional distribusi terus berjalan untuk menjaga kesinambungan penyaluran ke SPBU.
Selain penguatan pasokan, Pertamina berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk meningkatkan pengaturan antrean. Salah satunya melalui penyiapan marshal SPBU yang membantu mengatur kendaraan agar antrean lebih tertib dan meminimalkan dampaknya terhadap kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan pihaknya terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Tujuannya memastikan penyaluran BBM berjalan optimal.
"Pertamina terus memperkuat pasokan sekaligus meningkatkan pengawasan dan pelayanan di lapangan. Kami bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum terus memantau kondisi SPBU agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan antrean dapat dikelola dengan lebih tertib," ujar dia.
Pertamina Patra Niaga memastikan penguatan pasokan, optimalisasi distribusi, dan koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk menjaga kelancaran penyaluran BBM di Provinsi Lampung.