LAMPUNG — Persib Bandung menorehkan sejarah baru bagi sepak bola Indonesia dengan mengalahkan FC Seoul 1-0 pada matchday AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027 di Stadion Seoul World Cup, Rabu (16/9). Gol tunggal Julio Cesar di babak pertama sekaligus mematahkan rekor 30 tahun tanpa kemenangan klub Indonesia atas wakil Korea Selatan di kompetisi Asia.
Kemenangan Persib Bandung atas FC Seoul bukan sekadar tiga poin di Grup E ACL 2. Hasil ini mengakhiri puasa panjang klub-klub Indonesia yang selalu pulang dengan tangan kosong setiap kali bersua wakil Korea Selatan di pentas kontinental sejak 1996.
Gol Julio Cesar pada babak pertama menjadi satu-satunya yang tercipta dalam laga di Stadion Seoul World Cup. Persib tampil disiplin menahan tekanan tuan rumah sepanjang sisa pertandingan untuk mengunci kemenangan 1-0.
Hasil ini terasa istimewa karena klub Indonesia sebelumnya tidak pernah menang atas tim Korea Selatan saat bertanding di Negeri Ginseng dalam ajang resmi AFC. Persib menjadi yang pertama melakukannya.
Kemenangan terakhir klub Indonesia atas wakil Korea Selatan terjadi pada 1996. Saat itu PSM Makassar mengalahkan Pohang Steelers 1-0 di laga kandang.
Namun PSM tetap tersingkir di fase berikutnya. Pada laga tandang, PSM ditekuk 0-4 oleh Pohang, sehingga kalah agregat 1-4. Pohang pun melaju dan keluar sebagai juara musim 1996/1997.
Sepanjang sejarah kompetisi Asia yang bergulir sejak 1967, tidak ada klub Indonesia yang mampu menang atas klub Korea Selatan di pertandingan yang digelar di Korea. Persib memutus catatan itu, meski baru di kompetisi kasta kedua Asia.
Kemenangan atas FC Seoul baru langkah awal. Persib masih menyisakan lima pertandingan di Grup E ACL 2 untuk memastikan langkah ke fase berikutnya.
Laga tandang melawan klub Vietnam, The Cong-Viettel, pada 14 Oktober menjadi ujian berikutnya. Persib dipastikan tampil tanpa dukungan suporter karena masih menjalani sanksi AFC.
Bagi sepak bola Indonesia, hasil di Seoul memberi sinyal bahwa klub Tanah Air mampu bersaing di kompetisi kontinental. Persib kini memegang tonggak sejarah yang sebelumnya tidak pernah diraih klub mana pun di Indonesia.
Tugas berikutnya adalah menjaga konsistensi. Kemenangan di Korea Selatan tidak akan berarti banyak jika tidak diikuti hasil positif di laga-laga sisa Grup E.