TULANG BAWANG BARAT — Pemantauan Babinsa dilakukan bersama sejumlah unsur terkait, mulai dari panitia penyelenggara, pemerintah kecamatan, kepolisian, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Hadir dalam kegiatan itu Ketua Panitia Penyelenggara Kepalo Tiyuh Ahmad Nursidik, Sekcam Tumijajar Suroso yang mewakili Camat, calon Kepalo Tiyuh Edi Ismanto, Ketua BPT Gunawan, serta Aiptu Mamat yang mewakili Kapolsek Tumijajar.
Kehadiran Babinsa di Balai Tiyuh Makarti disebut sebagai bentuk sinergi antara TNI, pemerintah wilayah, panitia pemilihan, dan masyarakat dalam mengawal setiap tahapan Pilkati. Rangkaian pengambilan nomor urut sendiri berjalan aman, tertib, dan kondusif hingga selesai.
Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat menetapkan pedoman pelaksanaan Pilkati 2026 melalui Perbup Tubaba Nomor 22 Tahun 2026. Aturan tersebut berlaku sejak 10 Agustus 2026 dan menjadi acuan seluruh tahapan pemilihan, termasuk pengambilan nomor urut calon.
Dengan pedoman itu, setiap tahapan Pilkati diharapkan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Pengambilan nomor urut menjadi salah satu momen krusial karena menentukan posisi calon dalam proses pemilihan selanjutnya.
Di hadapan panitia dan sejumlah unsur terkait, Koptu Yudi Wibowo menekankan pentingnya menjaga ketertiban selama rangkaian tahapan Pilkati berlangsung.
"Babinsa hadir untuk membantu menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif. Kami mengajak seluruh pihak menghormati setiap tahapan yang telah ditetapkan serta menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat," ujar Koptu Yudi.
Ia juga mengingatkan agar perbedaan pilihan tidak menjadi alasan terjadinya perselisihan di tengah masyarakat. Seluruh pihak diharapkan mengikuti proses pemilihan dengan tertib dan menjunjung tinggi ketentuan yang berlaku.
Ketua Panitia Ahmad Nursidik menyampaikan apresiasi atas kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran unsur kewilayahan menjadi bagian penting dalam membangun koordinasi serta menciptakan rasa aman selama tahapan Pilkati berlangsung.
Koordinasi lintas instansi itu dinilai membantu panitia menjalankan tahapan sesuai jadwal yang ditetapkan. Situasi kondusif di Balai Tiyuh Makarti menjadi gambaran bagaimana pengamanan wilayah dilakukan secara bersama-sama.
Kehadiran Babinsa dalam momentum tersebut sekaligus menunjukkan sinergi antara TNI, pemerintah wilayah, panitia pemilihan dan masyarakat dalam mengawal setiap tahapan Pilkati agar berlangsung sesuai ketentuan dan tetap menjaga kondusivitas wilayah.