Pemkab Lampung Selatan Siapkan Sumber Air Alternatif Hadapi Kemarau hingga Desember 2026

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Rabu, 16 September 2026 | 07:56:31 WIB
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar rapat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau di Kalianda, Selasa.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Desember 2026 dengan menyiapkan alternatif sumber air bagi warga di wilayah yang mulai kekurangan air bersih. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lamsel, Muhammad Darmawan, meminta para camat memetakan wilayah berpotensi kekeringan dan menyiapkan solusi sebelum kondisi memburuk. Sejumlah desa dilaporkan mulai kesulitan air, sementara lahan pertanian turut mengering.

KALIANDA — Pemkab Lampung Selatan tidak menunggu dampak kemarau meluas. Muhammad Darmawan meminta seluruh camat bergerak mendata desa-desa yang mulai mengalami kekurangan air bersih dan menyiapkan sumber air pengganti.

Permintaan itu disampaikan Darmawan saat memimpin rapat di Kalianda, Selasa. Menurut dia, sejumlah wilayah di Lamsel sudah menunjukkan gejala kekeringan, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian.

Wilayah Mulai Kekurangan Air, Lahan Pertanian Mengering

Darmawan menyebut kekurangan air bersih mulai dirasakan warga di beberapa desa. Kondisi serupa terjadi pada lahan pertanian yang mengering akibat berkurangnya ketersediaan air.

Karena itu, ia meminta pemetaan dilakukan sejak dini. Pendataan mencakup lokasi yang paling rentan serta kebutuhan air masing-masing wilayah.

"Diharapkan dari sekarang para camat untuk sama-sama carikan alternatif solusi, mencarikan sumber-sumber air bagi daerah-daerah, desa-desa yang memang kekurangan air," kata Darmawan.

Armada PDAM dan Damkar Dipetakan untuk Distribusi Air

Selain sumber air, Pemkab Lamsel menyiapkan armada distribusi. Darmawan menyebut armada milik perusahaan daerah air minum (PDAM) dan pemadam kebakaran perlu dipetakan agar pemerintah daerah bisa bergerak cepat saat warga membutuhkan pasokan air.

Langkah ini dimaksudkan agar distribusi tidak terkendala saat permintaan air meningkat. Pemetaan armada juga untuk memastikan jangkauan pengiriman air ke desa-desa terdampak.

"Jangan sampai nanti ketika kekurangan air sudah semakin parah, kita baru mencari solusi. Dari sekarang harus dipersiapkan sumber air dan armada yang bisa digunakan," ujarnya.

Mitigasi Bencana Pesisir dan Megathrust Ikut Diperkuat

Antisipasi tidak hanya soal kemarau. Pemkab Lamsel meminta jajaran kecamatan dan desa memperkuat mitigasi potensi bencana lain, terutama di wilayah pesisir.

Darmawan menyinggung informasi soal potensi gempa megathrust yang beredar di masyarakat. Menurut dia, informasi itu harus disikapi bijak dan tidak menimbulkan kepanikan.

Sebaliknya, informasi tersebut dijadikan momentum meningkatkan kesiapsiagaan. Sosialisasi ke kantor, rumah, dan seluruh masyarakat diminta terus dilakukan.

"Kita harus dari sekarang memitigasinya, baik dari kantor, rumah, ya sosialisasi ke seluruh masyarakat," katanya.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top