LAMPUNG — Surabaya bukan sekadar kota transit menuju Bromo atau Malang. Ibu kota Jawa Timur ini punya delapan destinasi yang memadukan wisata sejarah, ruang terbuka, dan rekreasi keluarga dalam satu rute perjalanan yang saling terhubung.
Sebagian besar lokasi berada di dalam kota dengan jarak tempuh 15-30 menit antar destinasi. Wisatawan bisa menjelajahinya dengan mobil sewa, taksi online, atau transportasi umum.
Monumen setinggi 41,15 meter ini berdiri di Jalan Pahlawan, tepat di atas bekas gedung Raad van Justitie era kolonial. Bentuknya menyerupai paku terbalik, simbol perjuangan arek-arek Suroboyo dalam pertempuran 10 November 1945.
Di bawah monumen terdapat museum yang menyimpan diorama pertempuran, foto dokumentasi, dan replika senjata. Wisatawan bisa masuk ke ruang bawah tanah melalui tangga melingkar.
Kawasan Kota Tua membentang di sekitar Jalan Rajawali dan Jembatan Merah. Deretan bangunan arsitektur kolonial masih berdiri, sebagian difungsikan sebagai kantor, gudang, dan kafe.
Fotografer biasanya datang pagi untuk mendapat cahaya samping dari arah sungai. Susur gang sempit di kawasan ini memperlihatkan jejak perdagangan Surabaya abad ke-19.
Bangunan bergaya kolonial Belanda di Jalan Taman Sampoarna ini dulunya adalah panti asuhan yang dialihfungsikan menjadi pabrik rokok. Kini menjadi museum yang menampilkan proses pembuatan kretek secara manual.
Pengunjung bisa menyaksikan ratusan pekerja melinting rokok dengan tangan di lantai produksi. Tur keliling kota dengan bus merah bertingkat dua tersedia gratis dari lokasi ini.
Taman seluas 900 meter persegi di Jalan Raya Darmo ini menjadi ruang publik favorit warga Surabaya. Area ini dilengkapi lintasan jogging, skatepark, dan amphitheater untuk pertunjukan musik.
Setiap Minggu pagi, kawasan sekitar taman berubah menjadi pusat kuliner kaki lima. Wisatawan bisa mencicipi lontong kupang, rawon, dan es cincau sambil duduk di bangku taman.
Masjid dengan kubah besar berwarna hijau ini berada di Jalan Masjid Al Akbar Timur, kawasan Pagesangan. Menara setinggi 99 meter menyediakan lift menuju ruang pandang di ketinggian.
Dari atas menara, wisatawan bisa melihat panorama kota hingga Selat Madura saat cuaca cerah. Kawasan masjid juga sering menjadi tujuan wisata religi dari berbagai daerah.
Kawasan pesisir di timur Surabaya ini menawarkan suasana berbeda dari pusat kota. Jembatan Kenjeran yang melengkung menjadi spot foto favorit saat matahari terbenam.
Di sekitar area terdapat sentra ikan dan restoran seafood yang menyajikan hasil tangkapan segar. Wisatawan biasanya datang sore hingga malam untuk menikmati angin laut.
KBS di Jalan Setail ini merupakan salah satu kebun binatang tertua di Asia Tenggara, dibuka sejak 1916. Koleksinya mencakup komodo, orangutan, singa, dan berbagai spesies burung.
Area ini cocok untuk wisata keluarga dengan anak-anak. Pengunjung bisa menaiki perahu di danau buatan atau memberi makan hewan di zona interaktif.
Jembatan sepanjang 5,4 kilometer ini menghubungkan Surabaya dengan Pulau Madura melintasi Selat Madura. Jembatan ini menjadi infrastruktur ikonik Jawa Timur sejak diresmikan 2009.
Wisatawan bisa melintas dengan kendaraan pribadi atau motor untuk menikmati pemandangan laut dari atas jembatan. Di sisi Madura, terdapat kawasan kuliner yang menyajikan sate dan bebek sinjay.
Mulailah dari Tugu Pahlawan dan Kota Tua di pagi hari, lanjut ke House of Sampoerna sebelum siang. Setelah makan siang, kunjungi Taman Bungkul atau Masjid Al Akbar, lalu tutup hari di Kenjeran atau Suramadu saat sore.
Untuk wisata keluarga, KBS bisa menjadi pilihan utama dengan durasi kunjungan 2-3 jam. Informasi terkini soal jam buka dan tiket masing-masing destinasi dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat atau kanal resmi pengelola.
Durasi ideal untuk menjelajahi delapan destinasi ini adalah dua hari dengan menginap di kawasan pusat kota. Dengan perencanaan rute yang tepat, liburan ke Surabaya bisa menjadi perjalanan yang padat namun tetap menyenangkan.